Selain mempercepat pekerjaan di lahan, Pemkab Kediri juga mendorong agar alsintan dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
Sukadi menyebut satu unit traktor dapat dioperasikan oleh dua hingga tiga orang sehingga menciptakan aktivitas ekonomi baru di tingkat kelompok tani.
“Alat-alat ini bagaimana bisa mendatangkan uang. Kami punya Brigade Dinas maupun alat yang disampaikan langsung kepada kelompok tani supaya ada kolaborasi yang baik,” jelasnya.
Pemerintah daerah juga mendorong para operator alsintan untuk mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Dengan demikian, modernisasi pertanian tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produktivitas, tetapi sekaligus membuka peluang kerja dan memberikan perlindungan sosial bagi pekerjanya.
Di sisi lain, modernisasi juga diarahkan untuk menghadapi tantangan perubahan iklim.
Memasuki musim kemarau yang diperkirakan panjang, Pemkab Kediri menyiapkan pembangunan 532 titik sumur submersible pada 2026.
Sebelumnya, sebanyak 221 unit pompa air yang telah diterima kelompok tani juga telah diverifikasi dan dipastikan siap digunakan.
Sukadi menyebut kebutuhan infrastruktur air masih akan terus diperjuangkan.
Selain 532 titik yang direncanakan dibangun tahun ini, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan dokumen pengajuan tambahan kepada pemerintah pusat.
“Musim kemarau ini sangat ekstrem dan membahayakan. Insyaallah tahun ini akan kita bangun 532 titik sumur submersible,” katanya.




















Tinggalkan Balasan