Kebiasaan baik yang dibangun di sekolah diharapkan dapat terus diterapkan ketika siswa berada di rumah saat masa libur.
Seminar tersebut juga menghadirkan dua siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kediri, Amanda Luwiyeputri dan Aprilia Miftahul Jannah, yang berbagi pengalaman serta prestasi mereka.
Amanda berhasil memperoleh golden ticket Universitas Muhammadiyah Malang melalui kompetisi esai dan poster untuk masuk Fakultas Teknik.
Sementara Aprilia meraih juara III kompetisi pidato bahasa Inggris dalam ajang Top Star Indonesia.
Bagi Aprilia, keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk berhenti bermimpi.
Ia bahkan menjadikan pengalaman di Sekolah Rakyat sebagai pijakan untuk mengejar cita-cita menjadi diplomat.
“Don’t be afraid to fail, be afraid not to try. Jangan pernah takut untuk gagal, tapi takutlah untuk tidak mencoba,” pesan Aprilia.
Sementara Amanda bercita-cita menjadi psikolog.
Ia berharap dapat membantu orang-orang yang menghadapi persoalan mental dan psikologis.
Keduanya menjadi gambaran bahwa akses pendidikan yang lebih luas dapat membuka ruang bagi anak-anak dari keluarga sederhana untuk mengembangkan potensi dan merancang masa depan.
Melalui momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, seminar ASN Cerdas On Stage tersebut menegaskan bahwa mengisi kemerdekaan tidak hanya dilakukan melalui seremoni, tetapi juga dengan memastikan generasi penerus memperoleh pendidikan yang layak, membangun karakter, serta memiliki keterampilan untuk hidup mandiri dan berdaya saing.




















Tinggalkan Balasan