Pengembangan kompetensi juga tidak hanya diberikan kepada siswa.

Guru dan wali asrama didorong terus meningkatkan kemampuan karena memiliki peran lebih luas dibandingkan sekadar mengajar.

Fadli menyebut guru di Sekolah Rakyat harus mampu berperan sebagai pendidik sekaligus bagian dari keluarga bagi siswa yang tinggal di asrama.

Pendekatan tersebut diperlukan karena siswa berada di lingkungan sekolah selama 24 jam.

“Perubahan paradigma berpikir dari hanya sekadar seorang pengajar menjadi seorang pendidik. Kalau pengajar menurut saya hanya bekerja saat ada pelajaran, tetapi kalau pendidik itu 24 jam karena memang dibutuhkan,” tuturnya.

Di sisi lain, Wawan menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru mengikuti perkembangan zaman.

Pemanfaatan teknologi, pembelajaran mendalam (deep learning), penguatan karakter, coding hingga kecerdasan artifisial mulai menjadi bagian dari pengembangan pendidikan.

“Guru juga harus terus belajar menyesuaikan dengan kondisi saat ini. Kami berharap guru-guru di Kabupaten Kediri terus meng-upgrade diri, menguasai pengetahuan dan keterampilan,” katanya.

Selain pembelajaran, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kediri juga mengembangkan pola pendampingan yang melibatkan orang tua.

Di antaranya melalui program parenting, home visit, hingga kunjungan orang tua ke asrama.

Fadli mengatakan keterlibatan keluarga tetap diperlukan meskipun siswa tinggal di asrama.