KEDIRI, Tandaglobal.news Kebakaran terjadi di sebuah rumah warga di Dusun Tepus, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

Api diketahui muncul dari bagian gudang yang berada di lantai dua rumah tersebut.

Pemilik rumah, Lutfi, mengatakan saat kejadian dirinya bersama bapak, ibu, dua anak, tukang, dan seorang anak kos berada di lantai satu.

Kebakaran pertama kali diketahui setelah terdengar suara letupan dari lantai atas.

“Waktu itu pas azan Zuhur. Tiba-tiba bapak mendengar suara seperti letupan dari lantai dua, kemudian terdengar suara piring atau kaca pecah,” ujar Lutfi.

Setelah mengetahui adanya kebakaran, penghuni rumah berupaya melakukan pemadaman secara mandiri.

Namun, posisi sumber api yang berada di lantai dua membuat upaya tersebut tidak mudah dilakukan.

Persediaan air berada di lantai bawah sehingga penghuni kesulitan membawa air menuju lokasi kebakaran.

Dalam upaya memadamkan api tersebut, salah satu penghuni bahkan sempat terpeleset ketika hendak mengambil air.

Kondisi api yang berada di bagian atas bangunan juga membuat proses pemadaman secara manual semakin sulit.

Lutfi menyebut penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui secara pasti.

Ia menduga kebakaran bukan berasal dari korsleting listrik karena aliran listrik di rumah masih berjalan normal saat kejadian.

Selain itu, kompor yang berada di lantai bawah juga dalam kondisi mati.

Api kemudian membakar bagian gudang beserta berbagai barang yang tersimpan di dalamnya.

Barang-barang seperti piring, peralatan berbahan kaca, kardus, hingga bagian plafon turut terbakar dan mengalami kerusakan.

“Kalau penyebab pastinya belum tahu. Yang jelas listrik normal dan kompor di bawah juga dalam keadaan mati,” katanya.

Setelah kebakaran diketahui, pihak keluarga segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pengerahan armada untuk menangani api agar tidak semakin meluas ke bagian rumah lainnya.

Total terdapat lima armada pemadam kebakaran yang dikerahkan.

Empat armada berasal dari unsur pemadam kebakaran Kabupaten Kediri dan Kota Kediri, sementara satu armada tambahan berasal dari Gudang Garam.

Petugas pemadam kemudian melakukan upaya penanganan terhadap titik api yang berada di lantai dua.

Posisi gudang yang berada di bagian atas bangunan menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman.

Beruntung, seluruh penghuni rumah yang berada di lantai satu dapat menyelamatkan diri.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Sementara itu, kerugian material akibat kebakaran belum dapat dipastikan.

Lutfi mengatakan seluruh isi gudang mengalami kerusakan akibat terbakar, termasuk berbagai peralatan rumah tangga dan barang-barang yang tersimpan di dalamnya.

“Kebanyakan isi gudang habis terbakar. Piring, barang-barang kaca, kardus, sampai plafonnya juga runtuh. Untuk total kerugian masih belum bisa ditaksir,” pungkasnya.