KAGOSHIMA, Tandaglobal.news – Sebelum Jepang memasuki era industrialisasi modern, Domain Satsuma di Kagoshima telah lebih dahulu melakukan berbagai upaya untuk mempelajari dan mengembangkan teknologi Barat.

Salah satu peninggalan terpenting dari proses tersebut adalah Shuseikan, kawasan industri yang dikembangkan di bawah pemerintahan keluarga Shimazu.

Modernisasi Satsuma semakin berkembang pada masa kepemimpinan Shimazu Nariakira. Ia mendorong pengembangan teknologi untuk memperkuat kemampuan ekonomi, industri dan pertahanan wilayah.

Program tersebut kemudian dikenal sebagai Shuseikan Project. Berbagai bidang dikembangkan, mulai dari industri logam, pembuatan senjata, kapal, mesin hingga tekstil.

Salah satu bangunan paling penting dalam kompleks tersebut adalah pabrik mesin Shuseikan. Bangunan batu bergaya Barat itu selesai pada 1865 dan digunakan sebagai fasilitas untuk mempelajari serta mengembangkan teknologi mesin.

Dalam proses modernisasi tersebut, Satsuma memanfaatkan pengetahuan dan peralatan dari negara-negara Barat. Teknologi yang diperoleh kemudian disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat setempat.

Modernisasi Shuseikan juga berkaitan dengan pengembangan teknologi kapal. Satsuma mengembangkan fasilitas untuk memperbaiki dan membuat kapal bergaya Barat, termasuk pembangunan dry dock dan kapal uap.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa industrialisasi Jepang tidak muncul secara tiba-tiba setelah Restorasi Meiji. Sejumlah domain telah melakukan eksperimen teknologi dan industri sejak masa akhir pemerintahan Tokugawa.

Setelah Restorasi Meiji pada 1868, perkembangan industri Jepang berlangsung semakin cepat. Pengalaman dan kemampuan teknologi yang telah dikembangkan di Satsuma kemudian menjadi bagian dari proses modernisasi Jepang secara lebih luas.

Bangunan utama Shuseikan yang masih bertahan kemudian menjadi bagian dari Shoko Shuseikan Museum, yang menyimpan berbagai informasi mengenai keluarga Shimazu dan sejarah modernisasi Kagoshima.

Pada 2015, Shuseikan menjadi salah satu komponen Sites of Japan’s Meiji Industrial Revolution yang ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO.

Kini, Shuseikan menjadi pengingat mengenai masa ketika Jepang mulai mempelajari teknologi Barat secara serius dan mengubahnya menjadi kemampuan industri yang kemudian mendukung lahirnya Jepang sebagai negara modern.