Jember, Tandaglobal.news Di kawasan perbukitan Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, Jawa Timur, berdiri Pabrik Kopi Rayap yang menjadi salah satu peninggalan industri kopi dari masa kolonial Belanda dan hingga kini tetap menjalankan aktivitas pengolahan kopi robusta.

Pabrik Kopi Rayap merupakan bagian dari Kebun Renteng Afdeling Rayap yang kini dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara XII dalam pengelolaan terbaru melalui PTPN I Regional 5.

Kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi kopi, tetapi juga menjadi jejak sejarah perkebunan yang masih mempertahankan bangunan lama, rumah dinas kolonial, serta lanskap perkebunan yang menjadi saksi panjang perjalanan industri kopi Jember.

Sejarah Rayap berkaitan dengan perkembangan perkebunan komersial di Jember pada akhir abad ke-19 ketika pemerintah Hindia Belanda memperluas budidaya tanaman ekspor seperti kopi, karet, dan komoditas perkebunan lainnya.

Wilayah Arjasa dipilih karena memiliki kondisi alam yang mendukung, mulai dari tanah vulkanik subur, curah hujan tinggi, hingga ketinggian lahan sekitar 450–900 meter di atas permukaan laut yang sesuai untuk tanaman kopi robusta.

Kebun Rayap pada masa kolonial menjadi bagian dari pengelolaan NV Land Bouw Maatschappij Onderneming Djember (LMOD), perusahaan perkebunan Belanda yang memiliki sejumlah aset perkebunan di wilayah Jember.

Seiring berkembangnya perkebunan, dibangun Pabrik Kopi Rayap sebagai pusat pengolahan hasil panen kopi dari Afdeling Rayap dengan fasilitas industri yang menyesuaikan kebutuhan produksi masa itu.

Bangunan pabrik menggunakan arsitektur khas Indische dengan ciri dinding tebal, ventilasi tinggi, atap besar, serta ruang produksi luas yang dirancang untuk menghadapi kondisi iklim tropis.

Di sekitar area pabrik juga terdapat berbagai fasilitas pendukung seperti tempat penerimaan kopi, mesin pengolahan, area pencucian, lantai penjemuran, gudang penyimpanan, rumah administratur, rumah karyawan, serta jaringan jalan perkebunan.

Salah satu bangunan bersejarah yang masih dikenal di kawasan tersebut adalah Villa Koffie Rayap yang dahulu menjadi rumah dinas kepala perkebunan dan kini dimanfaatkan sebagai fasilitas wisata serta penginapan.

Pabrik Kopi Rayap sejak awal berfokus pada pengolahan kopi robusta dengan metode olah basah atau wet process untuk menghasilkan biji kopi berkualitas sesuai kebutuhan pasar.

Proses pengolahan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari sortasi buah kopi, pengupasan kulit buah, pencucian, pengeringan, penggerbusan, pengayakan, hingga pemilahan biji kopi sebelum menjadi green bean.

Hasil pengolahan tersebut kemudian dipasarkan untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor dengan berbagai tingkat mutu, termasuk kategori kopi berkualitas tinggi.

Pada masa kolonial, produksi dari kawasan Rayap menjadi bagian dari jaringan perdagangan Java Coffee yang dikenal luas di pasar Eropa seperti Belanda, Jerman, dan Prancis.

Ketika Jepang menduduki Indonesia pada 1942–1945, berbagai aset perkebunan Belanda termasuk Rayap mengalami perubahan pengelolaan dan produksi kopi ikut terdampak akibat keterbatasan tenaga kerja serta gangguan distribusi.

Setelah Indonesia merdeka, perkebunan peninggalan kolonial mengalami proses nasionalisasi dan kemudian masuk dalam pengelolaan perusahaan perkebunan negara.

Saat ini, Afdeling Rayap menjadi bagian dari Unit Kebun Renteng dan tetap menjadi salah satu sentra produksi kopi robusta di Kabupaten Jember.

Kebun Rayap memiliki area tanaman kopi robusta sekitar 119,87 hektare dengan kondisi geografis yang mendukung pembentukan karakter kopi bercita rasa kuat, aroma cokelat, serta sentuhan rempah.

Selain kegiatan produksi, kawasan ini juga berkembang sebagai Wisata Agro Rayap yang menawarkan pengalaman melihat proses perjalanan kopi mulai dari kebun hingga pengolahan.

Pengunjung dapat menikmati suasana perkebunan, mempelajari sejarah industri kopi, serta melihat keberadaan bangunan lama yang masih dipertahankan sebagai bagian dari identitas kawasan.

Lebih dari satu abad setelah dikembangkan pada masa Hindia Belanda, Pabrik Kopi Rayap tetap bertahan sebagai simbol keberlanjutan tradisi kopi robusta Jember.

Keberadaan pabrik ini menunjukkan bahwa warisan perkebunan tidak hanya berupa bangunan bersejarah, tetapi juga pengetahuan budidaya, teknologi pengolahan, dan budaya kopi yang terus hidup hingga sekarang.