KEDIRI, Tandaglobal.news Suasana ruang tahanan Polres Kediri yang biasanya sunyi berubah menjadi lebih khidmat saat lantunan ayat suci Al-Qur’an dan nasihat keagamaan mengiringi kegiatan pengajian rutin bagi para tahanan.

Melalui pembinaan rohani tersebut, Polres Kediri berupaya menghadirkan harapan sekaligus membangun kesadaran agar para tahanan mampu memperbaiki diri dan tidak mengulangi kesalahan setelah menjalani proses hukum.

Kegiatan pembinaan rohani itu dilaksanakan secara rutin setiap dua pekan sekali, setiap Jumat usai Salat Jumat.

Tausiah kali ini disampaikan oleh Ustaz Muhammad Muslich asal Jombang dengan mengangkat tema Syukur dan Sabar, sebagai bekal spiritual bagi para tahanan dalam menghadapi masa sulit sekaligus menata kehidupan yang lebih baik.

Kasat Tahti Polres Kediri, Iptu Yakup Tri Lesmono, menjelaskan pengajian merupakan bagian dari program pembinaan mental dan spiritual bagi para tahanan.

Semula kegiatan tersebut dilaksanakan setiap pekan, namun berdasarkan kesepakatan bersama para ustaz pembimbing, kini pengajian digelar setiap dua minggu sekali setelah Salat Jumat.

“Yang terpenting adalah memberikan siraman rohani kepada para tahanan. Materi tausiah kami serahkan kepada para ustaz, yang penting mereka mendapatkan pembinaan keagamaan,” ujarnya.

Menurut Yakup, pembinaan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial.

Pengajian diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran sehingga para tahanan memiliki tekad untuk berubah setelah bebas nanti.

*”Harapannya setelah keluar dari sini mereka memiliki perilaku yang lebih baik dan tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum, baik penyalahgunaan narkoba maupun tindak pidana lainnya.” *jelasnya.

“Kami ingin mereka bisa menjalani kehidupan yang lebih baik setelah mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum,” tambahnya.

Ia menambahkan, kegiatan pembinaan rohani di ruang tahanan Polres Kediri terlaksana atas dukungan dan arahan pimpinan sebagai bagian dari upaya pembinaan yang lebih humanis terhadap para tahanan.

Melalui tema syukur dan sabar, Ustaz Muhammad Muslich mengajak para peserta pengajian untuk menjadikan setiap ujian sebagai momentum mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Rasa syukur atas nikmat yang masih dimiliki dan kesabaran dalam menghadapi cobaan diyakini menjadi langkah awal menuju perubahan diri yang lebih baik.

Di tengah proses hukum yang dijalani, pengajian tersebut menjadi ruang refleksi bagi para tahanan.

Mereka tidak hanya mendengarkan tausiah, tetapi juga merenungkan perjalanan hidup, mengakui kesalahan, serta menumbuhkan harapan untuk memulai lembaran baru ketika kembali ke tengah masyarakat.

Melalui pembinaan spiritual yang berkelanjutan, Polres Kediri berharap ruang tahanan tidak hanya menjadi tempat menjalani proses hukum, tetapi juga menjadi tempat lahirnya kesadaran, penyesalan, dan tekad untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.