
KEDIRI, Tandaglobal.news — Tradisi Sedekah Bumi atau Bersih Dusun di Dusun Nanas kembali menjadi bagian penting dalam menjaga warisan budaya masyarakat. Tradisi yang dilaksanakan setiap bulan Sapar tersebut terus dipertahankan secara turun-temurun dengan sejumlah ketentuan adat yang masih dijaga hingga kini.
Juru Kunci Punden Nanas, Marsidi, mengatakan pelaksanaan Sedekah Bumi memiliki aturan waktu yang telah diwariskan para leluhur.
Kegiatan tersebut umumnya digelar pada Jumat Legi. Apabila tidak terdapat Jumat Legi, pelaksanaannya dilaksanakan pada Jumat Pahing.
“Adatnya sudah turun-temurun, biasanya dilaksanakan bulan Sapar pada Jumat Legi. Kalau tidak ada, baru Jumat Pahing. Ketentuan ini tetap dijaga oleh masyarakat,” ujar Marsidi, Jumat (7/8/2026).
Salah satu ciri khas dalam tradisi tersebut ialah pertunjukan Gambyongan atau Tayupan.
Kesenian itu menjadi hiburan utama yang wajib hadir dalam rangkaian acara, sedangkan hiburan tambahan lainnya dapat disesuaikan dengan kreativitas pemuda maupun panitia.
Dalam pelaksanaannya, terdapat sejumlah gendhing yang dimainkan sesuai ketentuan adat.
Umumnya terdapat sekitar tujuh gendhing dengan irama yang tetap dipertahankan dari generasi ke generasi.
Selain kesenian, masyarakat juga menyiapkan berbagai ubarampe atau perlengkapan tradisi.
Di antaranya pisang raja, balon-balon, jajanan pasar, jenang, dawet, dan kolak.
Kelengkapan tersebut menjadi bagian dari rangkaian tradisi sekaligus menjadi simbol ungkapan rasa syukur masyarakat.
Marsidi menjelaskan, Sedekah Bumi bukan sekadar menjadi hiburan, melainkan momentum bagi masyarakat untuk mengungkapkan rasa syukur dan memanjatkan doa atas kehidupan yang telah dijalani selama setahun.
“Yang paling penting adalah rasa syukur dan doa. Masyarakat berharap warga Dusun Nanas selalu seger waras, diberi keselamatan, rezeki yang lancar, dan dijauhkan dari segala rintangan,” jelasnya.
Tradisi tersebut dikelola melalui kepanitiaan yang melibatkan pamong desa, kepala dusun, serta masyarakat setempat.
Keterlibatan berbagai unsur itu menjadi wujud gotong royong sekaligus upaya menjaga agar tradisi tetap berjalan sesuai ketentuan yang diwariskan.
Bagi masyarakat Dusun Nanas, pelestarian Sedekah Bumi menjadi cara untuk menjaga hubungan sosial, mengenalkan budaya kepada generasi muda, sekaligus mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan para leluhur.




















Tinggalkan Balasan