Pada malam hari, peserta akan mendapatkan pembekalan mengenai kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta penguatan ideologi Pancasila.
Menurut Yuli, pembinaan mental penting dilakukan untuk mencetak generasi muda yang berintegritas dan siap menjadi pemimpin di masa depan.
“Kami ingin mereka memiliki mental yang kuat karena merekalah yang nantinya akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa,” katanya.
Untuk menjaga fokus selama pelatihan, seluruh peserta tidak diperkenankan membawa telepon genggam.
Selama karantina, komunikasi dengan keluarga dilakukan melalui panitia apabila terdapat kondisi mendesak.
Sementara itu, seluruh kebutuhan perlengkapan latihan, seperti seragam, sepatu, kaus kaki, hingga sarung tangan, telah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Kediri.




















Tinggalkan Balasan