KEDIRI, Tandaglobal.news — Sebanyak 75 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kediri resmi memasuki masa pemusatan pendidikan, pelatihan, dan karantina di Asrama Sanjaya, Pare, Jumat (7/8).

Selama hampir dua pekan, para peserta akan menjalani pembinaan intensif sebelum bertugas pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Kediri, Yuli Marwantoko, mengatakan karantina berlangsung hingga 18 Agustus 2026.

Dua peserta lainnya saat ini mengikuti pemusatan latihan Paskibraka tingkat Provinsi Jawa Timur.

Selama karantina, peserta akan menjalani latihan fisik setiap hari mulai selepas Subuh.

Selanjutnya, mereka mengikuti latihan baris-berbaris, formasi pengibaran bendera, hingga simulasi pelaksanaan upacara.

“Tahun ini ada tantangan baru karena posisi tiang bendera sudah disesuaikan dengan standar Istana Negara, yakni berada di tengah lapangan.

Formasi latihan tentu ikut berubah sehingga membutuhkan penyesuaian dari pelatih maupun peserta,” ujar Yuli.

Selain kemampuan teknis, pembentukan karakter menjadi perhatian utama selama karantina.

Pada malam hari, peserta akan mendapatkan pembekalan mengenai kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta penguatan ideologi Pancasila.

Menurut Yuli, pembinaan mental penting dilakukan untuk mencetak generasi muda yang berintegritas dan siap menjadi pemimpin di masa depan.

“Kami ingin mereka memiliki mental yang kuat karena merekalah yang nantinya akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa,” katanya.

Untuk menjaga fokus selama pelatihan, seluruh peserta tidak diperkenankan membawa telepon genggam.

Selama karantina, komunikasi dengan keluarga dilakukan melalui panitia apabila terdapat kondisi mendesak.

Sementara itu, seluruh kebutuhan perlengkapan latihan, seperti seragam, sepatu, kaus kaki, hingga sarung tangan, telah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Kediri.