Kediri, Tandaglobal.news — Dua anak laki-laki meninggal dunia setelah diduga tenggelam saat berenang di Sungai Konto, Dusun Klampokrejo, Desa Blaru, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Jumat (31/7/2026) siang. Kedua korban yang berusia 9 tahun dan 7 tahun ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dasar sungai.
Korban masing-masing berinisial M.A.A. (9) dan A.P.D.A. (7). Keduanya merupakan warga Desa Krecek, Kecamatan Badas.
Mereka ditemukan setelah warga melakukan pencarian usai menerima informasi adanya anak yang tenggelam.
Kapolsek Pare AKP Wendi Sulistiono menjelaskan, peristiwa itu bermula sekitar pukul 14.00 WIB.
Saat itu seorang warga bernama Sanusi sedang mencari cacing di area persawahan yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Tiba-tiba ia dipanggil seorang perempuan yang memberitahukan bahwa ada anak tenggelam di Sungai Konto.
“Mendapat informasi tersebut, saksi bersama warga lainnya langsung menuju lokasi dan melakukan pencarian. Korban pertama berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di dasar sungai dengan kedalaman sekitar 1,5 meter.”
“Sekitar 10 menit kemudian, korban kedua juga ditemukan dalam kondisi yang sama,” ujar AKP Wendi.
Setelah dievakuasi, jenazah A.P.D.A. dibawa pihak keluarga ke RS HVA Tulungrejo. Sementara itu, jenazah M.A.A. langsung dibawa ke rumah duka.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Pare untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar yang dilakukan petugas medis dari Puskesmas Badas, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua korban.
Dokter menyatakan keduanya diduga meninggal akibat tenggelam setelah paru-paru kemasukan air.
“Hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda kekerasan.”
“Penyebab kematian diduga akibat tenggelam,” kata AKP Wendi.
Dari hasil penyelidikan di lokasi, polisi menyimpulkan kedua anak tersebut sedang berenang di Sungai Konto yang memiliki kedalaman sekitar 1,5 meter.
Lokasi kejadian berada di kawasan yang cukup jauh dari permukiman warga.
Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
Keluarga juga telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi kepada pihak kepolisian.
Polisi mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di sekitar sungai, saluran irigasi, maupun lokasi perairan lainnya guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.




















Tinggalkan Balasan