Ia juga mengingatkan bahwa Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai materi pelajaran atau sekadar dihafalkan.
Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar mampu menjadi pedoman menghadapi berbagai tantangan zaman.
“Kita sering memahami Pancasila, tetapi belum menyadarinya. Padahal kesadaran itulah yang akan membentuk perilaku,” katanya.
Sebagai pengelola Situs Rumah Persada Soekarno, Kushartono mengatakan pihaknya terus mengembangkan pusat pendidikan karakter dan kebangsaan yang telah dikunjungi pelajar dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Program tersebut diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran sejarah sekaligus membangun karakter generasi muda agar memiliki pemahaman lebih baik mengenai nilai perjuangan bangsa.
Menjelang Indonesia Emas 2045, Kushartono mengajak seluruh elemen masyarakat tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi mulai mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing.
“Jangan hanya bertanya apa yang kita dapatkan dari bangsa ini. Bertanyalah apa yang bisa kita berikan untuk bangsa, meskipun hanya setetes air. Sekecil apa pun kontribusi kita, itulah yang akan membawa Indonesia menjadi bangsa yang lebih kuat,” pungkasnya.




















Tinggalkan Balasan