Kediri, Tandaglobal.news-Sebanyak 77 putra-putri terbaik Kabupaten Kediri resmi memasuki tahapan pemusatan pendidikan dan pelatihan (diklat) Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026. Selama hampir dua pekan, para calon Paskibraka akan menjalani karantina dan latihan intensif sebagai persiapan mengemban tugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Pembukaan kegiatan berlangsung di Convention Hall, Rabu (5/8), dan dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Kediri, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), unsur TNI-Polri, serta para pelatih dan pembina.

Kepala Bakesbangpol Kabupaten Kediri, Yuli Marwantoko, menjelaskan pemusatan pendidikan dan pelatihan akan dilaksanakan mulai 7 hingga 18 Agustus 2026. Seluruh peserta akan menjalani karantina sekaligus pembinaan fisik, mental, kedisiplinan, kepemimpinan, hingga penguatan nilai-nilai kebangsaan.

“Mulai tanggal 7 sampai 18 Agustus mereka akan mengikuti pemusatan pelatihan dan karantina sebagai persiapan pelaksanaan tugas pada upacara HUT Kemerdekaan RI,” ujarnya.

Menurut Yuli, seleksi Paskibraka tahun ini berlangsung sangat ketat. Dari 976 pendaftar pada tahap awal, hanya sekitar 536 peserta yang lolos seleksi administrasi. Setelah melalui serangkaian tes, akhirnya terpilih 77 peserta, terdiri dari 39 putri dan 38 putra.

“Tahun ini persaingan cukup ketat. Dari ratusan peserta yang mengikuti seleksi, akhirnya hanya 77 orang yang terpilih menjadi calon Paskibraka Kabupaten Kediri,” katanya.

Selain itu, Kabupaten Kediri juga mengirimkan wakil ke tingkat nasional dan provinsi. Meski pasangan yang dikirim ke seleksi nasional belum berhasil lolos ke Istana Negara, wakil Kabupaten Kediri di tingkat Provinsi Jawa Timur berhasil melaju.

Yuli mengakui pihaknya sempat berharap dapat kembali mengirimkan wakil ke Istana seperti yang pernah diraih pada tahun 2016 dan 2023.

“Kami tentu berharap bisa kembali mengirimkan putra-putri terbaik Kabupaten Kediri ke Istana Negara. Tahun ini belum berhasil, tetapi itu menjadi motivasi bagi kami untuk mempersiapkan peserta lebih baik lagi pada tahun mendatang,” tuturnya.

Sebagai persiapan upacara peringatan HUT RI tahun ini, Pemkab Kediri juga melakukan sejumlah pembenahan di Lapangan Canda Bhirawa Pare. Salah satunya dengan memindahkan posisi tiang bendera ke tengah lapangan agar sesuai standar pelaksanaan upacara di Istana Negara.

“Tiang bendera sudah kami benahi sesuai arahan pemerintah pusat dan standar di Istana Negara. Seluruh perlengkapan, mulai tiang, tali hingga bendera, juga telah dipersiapkan bersama pelatih dari Kodim 0809, Polres Kediri dan Purna Paskibraka Indonesia,” jelasnya.

Yuli menambahkan, persiapan sempat menghadapi kendala setelah Kantor Bakesbangpol Kabupaten Kediri mengalami kebakaran beberapa waktu lalu. Namun kebutuhan bendera pusaka berhasil dipenuhi berkat dukungan dari Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Pusat.

Sementara itu, dalam sambutan yang dibacakan mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Kediri Dr. Sonny Subroto menegaskan bahwa program Paskibraka bukan sekadar menyiapkan petugas pengibar bendera.

Menurutnya, Paskibraka merupakan program kaderisasi calon pemimpin bangsa yang bertujuan membentuk generasi muda berkarakter Pancasila, berintegritas, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki jiwa kepemimpinan.

“Adik-adik adalah calon pemimpin masa depan. Karena itu bangun integritas, konsisten antara apa yang dipikirkan, diucapkan, dan dilakukan. Jadilah teladan di sekolah, keluarga, maupun lingkungan masyarakat,” pesannya.

Ia juga mengingatkan para peserta untuk memanfaatkan masa pelatihan sebagai ajang menempa karakter, memperkuat mental, meningkatkan kecerdasan emosional, serta membangun semangat nasionalisme sebagai bekal mengabdi kepada bangsa dan negara.

Dengan pemusatan pendidikan dan pelatihan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap seluruh calon Paskibraka mampu menjalankan tugas pengibaran dan penurunan bendera Merah Putih dengan sempurna sekaligus menjadi duta pengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.

Reporter: Wildan Wahid Hasyim