

Kediri, Tandaglobal.news — Dugaan keracunan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, masih terus didalami. Sebanyak 211 siswa dari sejumlah sekolah dilaporkan mengalami keluhan berupa mual, muntah, pusing, hingga diare setelah menyantap menu MBG yang dibagikan pada Kamis (23/7).
Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwodadi sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Ahmad Khotib, mengatakan laporan baru diterima pada siang hari setelah pihak sekolah melaporkan adanya peningkatan jumlah siswa yang mengalami keluhan kesehatan.
“Kami baru mendapatkan informasi pada siang hari. Setelah itu, tim langsung kami turunkan ke lapangan untuk melakukan penelusuran kasus, baik di sekolah maupun di SPPG. Hingga saat ini tim masih bekerja sehingga laporan lengkapnya belum selesai disusun,” ujarnya.
Berdasarkan hasil penelusuran awal, para siswa mulai merasakan gejala beberapa jam setelah mengonsumsi menu MBG.
“Informasi sementara, setelah makan MBG pada Kamis, sore hingga malam harinya ada siswa yang mulai mengalami mual, pusing, muntah, dan diare. Pada hari Jumat jumlah yang dilaporkan semakin bertambah,” jelasnya.
Menurut dr. Ahmad Khotib, keterlambatan laporan terjadi karena pihak sekolah pada awalnya belum menduga keluhan tersebut berkaitan dengan makanan yang dibagikan melalui program MBG.
Data terbaru Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri mencatat sebanyak 211 siswa mengalami keluhan.
Sebanyak 171 di antaranya merupakan siswa SMP Negeri 1 Kras, sedangkan sisanya berasal dari MI Barokah, SD Negeri Purwodadi, serta beberapa taman kanak-kanak yang menerima distribusi makanan dari dapur SPPG Purwodadi.
Secara keseluruhan terdapat tujuh satuan pendidikan yang menjadi penerima layanan dari dapur tersebut.
Meski jumlah siswa terdampak cukup banyak, kondisi mereka terus menunjukkan perkembangan positif.
Sebagian besar telah pulih dan kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar.
“Saat ini hanya dua siswa yang masih menjalani perawatan, masing-masing satu dirawat di rumah sakit dan satu lainnya di sebuah klinik di Kecamatan Kras. Sementara siswa lainnya sudah berangsur membaik,” kata dr. Ahmad Khotib.
Untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut, Dinas Kesehatan telah mengambil sampel makanan yang disajikan kepada para siswa. Sampel tersebut akan diperiksa di laboratorium guna mengetahui ada atau tidaknya kontaminasi pada makanan.
“Hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan baru akan keluar sekitar dua minggu lagi. Karena itu kami belum bisa menyimpulkan penyebab pasti dari kejadian ini,” tegasnya.
Selama proses investigasi berlangsung, operasional SPPG Purwodadi dihentikan sementara sesuai prosedur penanganan kejadian luar biasa yang diduga berkaitan dengan keamanan pangan.
“Kalau terjadi kasus seperti ini, sesuai SOP operasional SPPG memang kami hentikan sementara. Selama masa penghentian ini akan dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan agar kejadian serupa tidak terulang,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Kediri memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi para siswa serta mengawal proses investigasi hingga hasil laboratorium selesai.
Evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis juga akan dilakukan sebagai langkah memperkuat standar keamanan pangan bagi seluruh penerima manfaat.




















Tinggalkan Balasan