Saliman, Pengurus KUD Karya Bakti Kandat. (Dok. TGN/Wildan Wahid Hasyim)

Tandaglobal.news | Kediri — Di tengah berkembangnya berbagai model usaha modern, keberadaan koperasi kerap dinilai semakin kehilangan peran. Namun anggapan itu tidak berlaku bagi Saliman. Di usianya yang tak lagi muda, ia masih setia mengabdikan diri untuk menjaga KUD Karya Bakti Kandat agar tetap bertahan sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat.

Dedikasi panjang tersebut mengantarkan Saliman menerima penghargaan bidang kelembagaan dari Pemerintah Kabupaten Kediri dalam peringatan Hari Koperasi ke-79 yang digelar di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG).

Penghargaan itu diberikan atas upayanya melakukan revitalisasi organisasi dan pembenahan keanggotaan koperasi.

Bagi Saliman, penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi atas kerja keras yang telah dilakukan.

Menurutnya, penghargaan menjadi bukti bahwa koperasi masih memiliki peran penting dalam membangun perekonomian masyarakat apabila dikelola dengan baik.

“Penghargaan ini berkaitan dengan pembenahan kelembagaan. Selama ini kami melakukan revitalisasi keanggotaan karena banyak anggota lama yang sudah meninggal dunia atau berpindah tempat. Data anggota harus ditata kembali agar koperasi tetap sehat dan sesuai kondisi saat ini,” ujarnya.

Saliman mengakui perjalanan mempertahankan eksistensi koperasi tidak pernah mudah.

Kondisi koperasi saat ini jauh berbeda dibanding beberapa dekade lalu ketika banyak program pemerintah disalurkan melalui Koperasi Unit Desa (KUD).

Setelah berbagai program tersebut berakhir, koperasi dituntut mampu bertahan dengan mengandalkan kekuatan sendiri.

“Setelah program-program pemerintah yang dulu dikelola koperasi berakhir, koperasi harus benar-benar mandiri. Tidak bisa lagi bergantung. Kami harus mencari dan mengembangkan potensi yang ada di wilayah masing-masing,” katanya.

Semangat untuk terus mandiri itulah yang menjadi pegangan Saliman dalam mengelola KUD Karya Bakti Kandat.

Ia meyakini setiap daerah memiliki potensi ekonomi yang berbeda sehingga strategi pengembangan koperasi juga tidak bisa disamaratakan.