Setelah itu, satu per satu pedagang memutuskan berhenti berjualan karena pembeli semakin berkurang.
“Saat pertama dibuka memang ramai karena banyak masyarakat yang penasaran. Namun setelah kurang lebih satu bulan, pembelinya semakin berkurang sehingga pedagang memilih berhenti berjualan,” ujar Syaiful Fuad.
Menurutnya, saat ini seluruh aktivitas perdagangan di kawasan tersebut telah berhenti.
Gerobak yang sebelumnya digunakan para pedagang masih berada di lokasi, tetapi sudah tidak lagi dimanfaatkan.
“Sekarang sudah tidak ada yang berjualan. Gerobaknya masih ada, tetapi sudah tidak dipakai karena memang aktivitas kulinernya sudah berhenti,” katanya.
Pantauan di lokasi menunjukkan Sentra Kuliner Pasar Banjaran kini tidak lagi difungsikan sebagai pusat kuliner.
Deretan gerobak terlihat kosong dan tidak digunakan sehingga memberikan kesan terbengkalai.
Syaiful berharap fasilitas yang telah disediakan pemerintah dapat dimanfaatkan kembali melalui evaluasi serta penataan konsep yang lebih matang.
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar minat masyarakat kembali meningkat dan para pedagang dapat kembali menjalankan usahanya.
“Harapannya ke depan ada evaluasi dan konsep yang lebih menarik supaya pengunjung kembali datang, sehingga pedagang bisa kembali berjualan dan sentra kuliner ini hidup lagi,” tutupnya.




















Tinggalkan Balasan