Menurutnya, jumlah pelanggan terus bertambah sejak kawasan selesai ditata dan menjadi lebih nyaman untuk dikunjungi.
“Sejak kawasan ini direvitalisasi, pendapatan saya meningkat karena pengunjung yang datang semakin banyak,” ujar Wena.
Menurut Wena, kawasan Jalan Stasiun hampir selalu ramai dikunjungi setiap hari.
Selain warga Kota Kediri, banyak pengunjung dari luar daerah yang datang untuk menikmati suasana maupun mencicipi kuliner yang dijual para pedagang.
Ia menjelaskan, waktu paling ramai terjadi setelah Magrib hingga menjelang dini hari. Sebagian besar pengunjung berasal dari luar daerah yang baru turun di Stasiun Kediri sebelum melanjutkan perjalanan.
“Biasanya ramai setelah Magrib sampai menjelang pagi. Banyak pengunjung dari luar daerah yang turun dari stasiun lalu mampir menikmati suasana di sini,” katanya.
Wena berharap kondisi tersebut dapat terus dipertahankan melalui pengelolaan kawasan yang baik.
Menurutnya, meningkatnya jumlah pengunjung tidak hanya menguntungkan para pedagang, tetapi juga ikut menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar Jalan Stasiun Kediri.
Revitalisasi Jalan Stasiun Kediri menunjukkan bahwa penataan kawasan publik tidak hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui meningkatnya aktivitas perdagangan, kunjungan masyarakat, dan berkembangnya usaha para pelaku UMKM.




















Tinggalkan Balasan