Tandaglobal.news | Kediri — Sumber Jiput menjadi salah satu destinasi wisata alam yang masih mempertahankan keberadaan mata air alami di tengah Kota Kediri. Berada di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kota, kawasan ini menawarkan suasana sejuk dengan pepohonan rindang, aliran air yang jernih, serta beragam wahana rekreasi yang cocok untuk wisata keluarga.

Sumber Jiput tidak hanya dikenal sebagai tempat rekreasi, tetapi juga memiliki nilai sejarah yang melekat bagi masyarakat Kota Kediri.

Berdasarkan catatan Pemerintah Kota Kediri, mata air ini telah dimanfaatkan sejak lama sebagai sumber kehidupan warga.

Air dari Sumber Jiput digunakan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci, hingga mengairi lahan pertanian.

Keberadaannya turut mendukung perkembangan permukiman di wilayah Kediri sejak masa lampau.

Nama Jiput berasal dari pohon jiput yang dahulu banyak tumbuh di sekitar mata air tersebut. Debit airnya yang melimpah dan tetap mengalir saat musim kemarau membuat masyarakat menjulukinya sebagai mata air abadi.

Seiring berkembangnya Kota Kediri, pemerintah melakukan penataan kawasan Sumber Jiput menjadi ruang terbuka hijau sekaligus destinasi wisata.

Penataan dilakukan tanpa menghilangkan fungsi utamanya sebagai kawasan resapan dan sumber air alami.

Kini, pengelola terus berupaya menjaga daya tarik wisata meski jumlah pengunjung mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Salah satu penyebabnya diperkirakan karena banyak keluarga sedang mempersiapkan kebutuhan tahun ajaran baru.

“Bulan ini pengunjung memang agak berkurang, kemungkinan karena banyak keluarga yang sedang fokus kebutuhan masuk sekolah,” ujarnya.

Meski demikian, Sumber Jiput tetap menjadi pilihan wisata yang ramah di kantong. Pengunjung tidak dikenakan tiket masuk dan hanya membayar biaya parkir serta tiket untuk wahana yang ingin dicoba.

Wahana bebek goes dikenakan tarif Rp10.000 dengan durasi permainan sekitar 15 hingga 20 menit. Sementara itu, wahana flying fox juga dipatok Rp10.000 untuk dua kali permainan.

Selain menghadirkan berbagai wahana rekreasi, pengelola juga terus menjaga kelestarian kawasan.

Pembersihan dilakukan setiap hari, termasuk mengangkat daun-daun yang jatuh ke kolam agar kualitas air tetap terjaga.

“Setiap hari kami membersihkan area, terutama daun-daun yang masuk ke sumber air supaya tetap bersih dan nyaman untuk pengunjung,” kata Erwin.

Ke depan, pengelola telah menyiapkan sejumlah rencana pengembangan kawasan. Program tersebut meliputi pembangunan kolam pemandian, penataan area hutan kota, hingga penambahan fasilitas outbound.

Pengembangan tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat untuk berkunjung. Namun, realisasinya masih terkendala keterbatasan anggaran sehingga akan dilakukan secara bertahap.

“Harapannya fasilitas di sini bisa terus bertambah sehingga masyarakat semakin tertarik datang dan Sumber Jiput tetap menjadi wisata andalan di Kota Kediri,” pungkasnya.

Dengan sejarah panjang sebagai sumber kehidupan masyarakat serta upaya pelestarian yang terus dilakukan, Sumber Jiput diharapkan tetap menjadi salah satu ikon wisata alam sekaligus kawasan konservasi air yang membanggakan Kota Kediri.