Tandaglobal.news | KEDIRI — Program Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kediri yang berlokasi di Kecamatan Plosoklaten membawa harapan baru bagi keluarga kurang mampu. Kehadiran sekolah tersebut dinilai membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan tanpa terbebani persoalan biaya.

Harapan itu dirasakan Nur Indah Syah, warga Kecamatan Grogol, saat mengantarkan putranya mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Selasa (14/7/2026). Putranya akan menempuh pendidikan jenjang SMP di Sekolah Rakyat yang seluruh kebutuhan pendidikannya ditanggung negara.

Setelah melihat langsung lingkungan sekolah, Nur Indah mengaku lega dengan fasilitas yang telah disediakan pemerintah. Menurutnya, konsep sekolah berasrama akan membantu peserta didik lebih fokus menjalani proses belajar sekaligus mengembangkan kemampuan mereka.

“Fasilitasnya kelihatannya sudah memadai. Bagus untuk anak belajar karena bisa lebih fokus. Harapannya ke depan anak-anak bisa lebih konsentrasi dalam pembelajaran,” ujarnya.

Ia menilai keberadaan Sekolah Rakyat menjadi jawaban atas kegelisahan banyak orang tua yang selama ini harus berjuang memenuhi biaya pendidikan anak. Dengan seluruh kebutuhan siswa yang ditanggung pemerintah, keluarga tidak lagi dibebani pengeluaran untuk sekolah.

Nur Indah mengatakan sejak awal Dinas Sosial telah menjelaskan bahwa program tersebut tidak memungut biaya apa pun kepada siswa maupun orang tua. Penjelasan itu, menurutnya, sesuai dengan kondisi yang ia rasakan saat ini.

“Tidak ada biaya sama sekali. Dari Dinas Sosial sudah dijelaskan kalau ada yang meminta biaya jangan dilayani. Alhamdulillah kenyataannya memang gratis,” katanya.

Selain pendidikan tanpa biaya, ia berharap sistem asrama dan pendampingan yang diterapkan mampu membentuk karakter anak menjadi lebih baik. Menurutnya, keberadaan guru dan pendamping yang mengawasi siswa selama 24 jam menjadi nilai lebih dibandingkan sekolah reguler.

“Sangat terbantu. Karena insyaallah anak-anak ada yang memantau secara ketat, jadi bisa lebih baik ke depannya,” tuturnya.

Meski demikian, Nur Indah menyadari masa depan anak tetap bergantung pada kesungguhan mereka dalam belajar. Karena itu, ia berharap putranya mampu memanfaatkan kesempatan yang diberikan pemerintah dengan sebaik-baiknya.

Di balik rasa haru melepas anak untuk tinggal di asrama, tersimpan harapan agar pendidikan dapat menjadi jalan keluar dari kondisi ekonomi keluarga. Ia percaya kesempatan belajar yang diberikan melalui Sekolah Rakyat dapat membuka masa depan yang lebih baik.

Nur Indah juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Kediri atas hadirnya program tersebut. Menurutnya, Sekolah Rakyat memberikan kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk tetap melanjutkan pendidikan.

“Terima kasih. Kami rakyat kecil sangat terbantu dengan adanya Sekolah Rakyat ini. Program ini bisa menjadi jalan agar anak-anak tetap sekolah dan tidak putus sekolah. Harapannya pendidikan mereka bisa terus berlanjut sampai setinggi-tingginya,” ungkapnya.

Pengalaman Nur Indah mencerminkan harapan ratusan keluarga penerima manfaat Sekolah Rakyat di Kabupaten Kediri. Lebih dari sekadar tempat menimba ilmu, program ini menjadi simbol hadirnya negara dalam memperluas akses pendidikan yang setara bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem sekaligus membuka peluang bagi mereka untuk mengubah masa depan melalui pendidikan.


Jurnalis: Wildan Wahid Hasyim