
Tandaglobalnews KEDIRI – Keberadaan Patung Macan Putih di Kota Kediri kini menjadi ikon baru yang sukses menarik perhatian masyarakat luas. Setelah sempat viral beberapa waktu lalu di media sosial, lokasi yang kini diidentifikasi sebagai Rumah Budaya Kota Kediri ini terus kebanjiran pengunjung dari berbagai daerah, bahkan hingga luar negeri.
Menurut penuturan Mbah Surukin, seorang warga lokal yang sehari-harinya membuka jasa cuci motor dan warung kopi di sekitar area tersebut, lonjakan pengunjung yang sangat signifikan terjadi selama lima bulan terakhir, terutama pada dua bulan menjelang bulan Ramadan lalu.
”Ramai terus, Mbak. Terutama dua bulan sebelum puasa itu sangat ramai sekali. Dari pagi sampai malam, bahkan sampai dini hari itu tidak putus orang datang,” ujar Mbah Surukin saat ditemui di lokasi.
Dikunjungi Wisatawan Nusantara hingga Mahasiswa S3 Jepang
Daya tarik patung unik ini ternyata tidak hanya memikat warga lokal Kediri dan sekitarnya. Mbah Surukin menceritakan bahwa ia sempat mengobrol dengan pengunjung yang datang dari tempat yang sangat jauh, termasuk dari Papua. Tidak hanya itu, beberapa waktu lalu tempat ini juga sempat dikunjungi oleh warga negara asing.
”Kemarin itu di sini ada orang Jepang, dia sedang menempuh pendidikan S3 di Jepang sana. Datang ke sini berkumpul dan bertanya-tanya mengenai kebudayaan,” tambahnya.
Meskipun saat ini kondisi kunjungan terbilang sedikit menurun dibandingkan saat puncak keviralannya, Mbah Surukin mengaku bahwa setiap hari selalu ada saja wisatawan yang datang berkunjung.
Membawa Berkah Ekonomi bagi Warga Sekitar
Kehadiran Patung Macan Putih ini diakui membawa dampak positif yang besar bagi perekonomian warga setempat. Warung-warung kopi dan pelaku usaha mikro di sekitar lokasi merasakan langsung dampak manis dari keramaian ini. Mbah Surukin sendiri mengakui omzet penjualan kopinya meningkat drastis saat masa-masa ramai tersebut.
Menanggapi keunikan bentuk patung yang sempat memicu beragam komentar di media sosial, Mbah Surukin menyikapinya dengan bijak. Ia memilih untuk tidak ikut menertawakannya dan justru bersyukur karena patung tersebut membawa manfaat nyata bagi warga yang ingin mencari nafkah.
Harapan ke Depan: Hidupkan Kembali Car Free Day (CFD)
Ketika ditanya mengenai harapan ke depannya agar lokasi ini bisa tetap ramai, Mbah Surukin berharap kegiatan-kegiatan besar bisa kembali diselenggarakan di area tersebut. Ia mengenang betapa ramainya lokasi ini ketika sempat diadakan kegiatan Car Free Day (CFD) serta acara parade sound system (horeg) berskala besar.
Namun, ia juga menyadari bahwa menyelenggarakan acara besar seperti CFD membutuhkan biaya yang tidak sedikit. “Harapannya ke depan memang bisa diadakan CFD lagi agar ramai. Tapi ya saya tidak bisa berharap penuh, karena biayanya juga sangat besar. Kalau tidak ditunjang dengan penghasilan yang besar juga tentu sulit,” pungkasnya.
Bagi masyarakat yang penasaran dengan waktu peresmian patung ini, Mbah Surukin menjelaskan bahwa detail mengenai tanggal dimulainya pembangunan hingga selesainya proyek tersebut tercantum dengan jelas pada prasasti yang berada di bagian bawah dudukan Patung Macan Putih.
Jurnalis : Fitri Rahayu



















Tinggalkan Balasan