Prasasti Marmer Merekam Renovasi Tahun 1928

Selain prasasti joglo dan mimbar, Masjid Agung Kota Kediri juga memiliki prasasti marmer yang terpasang di gerbang serambi dan pintu utama masjid. Prasasti tersebut ditulis menggunakan aksara Jawa dan Arab Pegon.

Isi prasasti menjelaskan bahwa pembangunan atau pembaruan Masjid Agung Kota Kediri dimulai pada Rabu Wage, 6 Safar Tahun Alif 1859 atau bertepatan dengan 25 Juli 1928 atas prakarsa Kanjeng Raden Adipati Aryo Danuningrat, Bupati Kediri ke-8.

Dalam alih bahasa Indonesia, prasasti tersebut berisi doa agar masyarakat Kediri senantiasa diberi keimanan yang sempurna, dijauhkan dari perbuatan durhaka dan maksiat, serta selalu menaati petunjuk Allah SWT.

Keberadaan ketiga prasasti tersebut menjadi bukti bahwa perjalanan Masjid Agung Kota Kediri tidak hanya tercatat dalam sejarah lisan, tetapi juga terdokumentasi melalui peninggalan fisik yang masih dapat disaksikan hingga saat ini.

Pengelola masjid terus menjaga keberadaan prasasti-prasasti tersebut sebagai bagian dari warisan sejarah Islam di Kota Kediri.

Selain memiliki nilai arkeologis, prasasti tersebut juga menjadi sumber informasi penting mengenai perkembangan Masjid Agung Kota Kediri sejak abad ke-18 hingga awal abad ke-20.

“Prasasti ini bukan sekadar tulisan di atas batu atau kayu, tetapi menjadi saksi perjalanan sejarah yang harus terus dijaga dan dikenalkan kepada masyarakat,” tutup Zaki.