JAKARTA, Tandaglobal.news Ribuan petani tebu dari sejumlah daerah bergerak menuju Jakarta, Selasa (1/9/2026), untuk menyampaikan aspirasi terkait belum adanya kepastian kenaikan harga pembelian gula di tingkat petani.

Aksi yang dikoordinasikan Dewan Pengurus Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) tersebut dipusatkan di kawasan Istana Negara, Jakarta.

APTRI sebelumnya memperkirakan sekitar 1.000 petani dari berbagai daerah akan mengikuti aksi.

Sejumlah daerah telah mengirimkan perwakilan untuk bergabung dalam aksi nasional tersebut.

Dari Kabupaten Cirebon, sekitar 300 petani dilaporkan berangkat menuju Jakarta.

Mereka berasal dari sejumlah wilayah kerja pabrik gula dan dijadwalkan bergabung dengan petani dari daerah lain.

Ketua Umum DPN APTRI Soemitro Samadikoen mengatakan aksi tersebut menjadi langkah terakhir setelah berbagai upaya memperjuangkan kenaikan harga pembelian gula petani belum menghasilkan keputusan.

“Berbagai upaya untuk memperjuangkan kenaikan HPP gula petani tahun 2026 sudah dilakukan, tetapi sampai sekarang belum ada realisasi keputusan. Karena itu, kami memutuskan menempuh upaya terakhir melalui unjuk rasa,” ujar Soemitro.

APTRI mengusulkan harga pembelian gula di tingkat petani sebesar Rp16.875 per kilogram.

Organisasi tersebut menilai angka itu diperlukan untuk menyesuaikan harga gula dengan biaya produksi yang terus meningkat.

Sekretaris Jenderal DPN APTRI M Nur Khabsyin menyebut petani membutuhkan kejelasan mengenai kebijakan harga gula.

“Kami merasa seperti di-PHP. Sampai sekarang belum ada kejelasan mengenai keputusan kenaikan HPP gula. Karena itu, kami memutuskan melaksanakan aksi pada 1 September 2026,” kata Khabsyin.