
Tandaglobal.news | KEDIRI – Kebakaran terjadi di area silo penyimpanan serbuk kayu milik CV Sengon Maju Lancar (SML) di Dusun Gedangsewu Kulon, Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Rabu (8/7/2026) sore. Berkat respons cepat petugas pemadam kebakaran, api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke area produksi lainnya.
Peristiwa tersebut dilaporkan sekitar pukul 16.00 WIB oleh seorang warga bernama Ferina. Setelah menerima laporan, Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Kediri Pos Pare langsung bergerak menuju lokasi dan tiba lima menit kemudian, tepatnya pukul 16.05 WIB.
Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, kebakaran diduga dipicu percikan api dari mesin gang rip saw yang mengenai tumpukan serbuk kayu di dalam silo. Material serbuk kayu yang mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar di area penyimpanan tersebut.
Petugas dari Bidang Pencegahan Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kediri kemudian melakukan upaya pemadaman menggunakan satu unit armada pemadam kebakaran berkapasitas 5.000 liter dengan dukungan enam personel.
Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan petugas berhasil mengendalikan dan memadamkan api sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) sehingga kebakaran tidak meluas ke bagian pabrik lainnya.
“Tim Damkar Pos Pare bergerak cepat setelah menerima laporan. Api berhasil dipadamkan sesuai SOP sehingga potensi kerugian yang lebih besar dapat dicegah,” ujarnya.
Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp5 juta. Sementara itu, aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan bernilai sekitar Rp250 juta.
Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga pukul 17.45 WIB. Setelah memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan, petugas menyatakan situasi di lokasi aman dan terkendali.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan kerja di lingkungan industri, terutama pada area yang menyimpan material mudah terbakar seperti serbuk kayu.
Jurnalis: Stefani Eka Shaputri