Tandaglobal.news | Kediri – Kuliner tradisional cenil tetap mampu mempertahankan eksistensinya di tengah gempuran jajanan modern. Hal itu dibuktikan oleh Wijayati, penjual cenil asal Karang Dinoyo, Desa Kepung, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, yang telah menekuni usahanya selama kurang lebih 22 tahun.

Meski tren kuliner modern semakin menjamur, Wijayati mengaku usaha cenil yang dijalankannya tetap berjalan dengan baik.

“Ya alhamdulillah ini ya masih eksis aja, rame-rame aja kok,” ungkapnya saat diwawancarai di lapak dagangannya.

Menurut Wijayati, penikmat cenil kini tidak lagi didominasi kalangan orang tua. Ia melihat adanya pergeseran tren pembeli, di mana generasi muda mulai menggandrungi jajanan tradisional tersebut.

“Kebanyakan orang tua, tapi sekarang anak-anak muda ya banyak yang beli. Seusia Mbak-Mbaknya banyak,” tuturnya.

Saat ditanya mengenai tantangan terbesar dalam mempertahankan usahanya, Wijayati mengatakan bahwa menjaga kualitas rasa agar tetap enak menjadi kunci utama. Selain itu, faktor cuaca juga menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan usahanya.

“Waktu hujan. Semua pedagang kalau hujan sepi,” jelasnya.

Sebagai satu-satunya penjual cenil di kawasan tersebut, Wijayati berharap usahanya dapat terus berkembang dan semakin diminati masyarakat.

“Ya semoga semakin laris, amin amin ya amin, makin laris. Ini alhamdulillah banyak yang suka,” harapnya.

Bagi masyarakat Kediri dan sekitarnya yang ingin menikmati kelezatan cenil buatan Wijayati, lapak dagangannya buka setiap hari mulai pukul 17.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.


Jurnalis: Stefani Eka Shaputri