
Tandaglobalnews KEDIRI – Situs Calon Arang di Desa Girah, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, menjadi salah satu destinasi wisata spiritual yang memiliki daya tarik kuat bagi masyarakat Hindu, khususnya dari Bali. Bahkan, sebagian besar pengunjung yang datang ke situs tersebut berasal dari Pulau Dewata untuk berziarah dan melakukan ritual keagamaan.
Menurut juru pelihara situs, Agus Susanto, kunjungan wisatawan dari Bali mendominasi jumlah pengunjung yang datang setiap tahun. Pada waktu-waktu tertentu, terutama akhir pekan dan menjelang pelaksanaan ritual adat, rombongan peziarah datang menggunakan bus dalam jumlah besar.
“Kalau dihitung, mayoritas pengunjung memang dari Bali. Mereka datang untuk berziarah karena memiliki keterkaitan sejarah dan spiritual dengan sosok Calon Arang atau Walunateng Girah,” ujarnya.
Di kompleks situs terdapat sejumlah peninggalan bersejarah seperti arca Ganesha, arca Resi Agastya, serta batu-batu umpak yang diyakini merupakan bagian dari bangunan kuno pada masa lampau.
Selain menjadi tujuan wisata spiritual, situs ini juga dikenal melalui tradisi budaya yang rutin digelar setiap bulan Suro. Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian masyarakat adalah ritual 10 Suro yang diisi dengan kirab budaya, arak-arakan sembilan gadis pembawa jamu, hingga gunungan hasil bumi yang diperebutkan warga sebagai simbol keberkahan.
Menurut Agus, tradisi tersebut menjadi bukti bahwa nilai sejarah dan budaya yang ada di Situs Calon Arang masih terjaga hingga saat ini.
“Ini bukan hanya soal sejarah, tetapi juga pelestarian budaya yang terus dijaga masyarakat,” katanya.
Keberadaan situs tersebut diharapkan dapat menjadi sarana edukasi sejarah sekaligus memperkuat potensi wisata budaya dan spiritual di Kabupaten Kediri.