
Tandaglobalnews KEDIRI – Menghabiskan waktu libur bersama keluarga tidak selalu harus merogoh kocek yang dalam. Di Kabupaten Kediri, terdapat sebuah destinasi wisata alam tersembunyi yang menawarkan pengalaman rekreasi asri, ramah kantong, namun memiliki fasilitas yang terbilang lengkap. Destinasi tersebut adalah Wisata Sumber Sirah, sebuah objek wisata berbasis alam yang dikelola secara aktif di bawah naungan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Krekep Mandiri.
Di bawah kepemimpinan Kepala Unit Ibu Naning dan Direktur BUMDes Bapak Cahyo Priyo Widiono, Sumber Sirah kini menjelma menjadi salah satu motor penggerak ekonomi desa yang sukses menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Kisah di Balik Sumber Sirah: Berawal dari Irigasi Petani
Siapa sangka, tempat rekreasi yang kini ramai dikunjungi ini dulunya hanyalah aliran sungai biasa. Direktur BUMDes Krekep Mandiri, Bapak Cahyo Priyo Widiono, menceritakan bahwa kawasan ini awalnya dikembangkan atas permintaan para petani setempat.
”Awalnya itu dari para petani setempat yang meminta adanya normalisasi dan pemanfaatan sungai agar aliran airnya bisa mengairi area persawahan dengan maksimal,” ujar Cahyo.
Melihat potensi mata air yang melimpah dan pemandangan sekitar yang mendukung, pemerintah desa bersama warga tergerak untuk melakukan inovasi. Alih-alih hanya dijadikan saluran irigasi, kawasan ini disulap menjadi destinasi wisata. Langkah strategis ini diambil dengan tujuan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) serta membuka lapangan kerja baru bagi warga melalui sektor UMKM.
Fasilitas Lengkap dan Kuliner Khas Pedesaan
Meski mengusung konsep alami, Wisata Sumber Sirah dibekali dengan fasilitas penunjang yang sangat memadai untuk kenyamanan pengunjung. Berikut adalah rincian fasilitas yang tersedia:
- Kolam Renang & Sumber Alami: Terdapat area kolam utama yang bersumber langsung dari mata air alami. Selain itu, ada 2 kolam renang khusus anak-anak dan 1 kolam renang dewasa.
- Fasilitas Umum: Tersedia 1 unit musala, gazebo untuk bersantai, serta fasilitas kamar mandi yang bersih.
- Aula Joglo: Fasilitas ruang pertemuan outdoor yang kerap dimanfaatkan oleh berbagai instansi untuk rapat bernuansa alam.
- Wahana Hiburan: Area outbound, wahana permainan tembakan, hingga rumah kelinci yang ramah anak.
- Kuliner Lokal Tanpa Menu Kebarat-baratan
Bagi pecinta kuliner, terdapat area UMKM yang menyajikan aneka menu tradisional khas pedesaan yang menggugah selera, seperti nasi jagung dan nasi pecel. Ada pula jajanan populer seperti seblak dan sosis. Pihak pengelola secara berseloroh menyebutkan bahwa pengunjung tidak akan menemukan menu kebarat-baratan seperti spaghetti atau bistik (steak) di sini, demi menjaga keaslian cita rasa lokal.
Tiket Masuk Murah Meriah dan Aksesibilitas Luas
Salah satu keunggulan utama Wisata Sumber Sirah adalah harganya yang sangat terjangkau. Kepala Unit Wisata Sumber Sirah, Ibu Naning, menjelaskan bahwa wisatawan hanya dikenakan tarif tiket masuk sebesar Rp5.000 per orang.
Bagi pengunjung yang membawa kendaraan, pengelola menyediakan area parkir yang luas dengan tarif Rp3.000 untuk roda dua dan Rp5.000 untuk roda empat. Area parkir ini mampu menampung hingga 140–150 unit mobil, serta dapat memuat sekitar 16 unit kereta kelinci.
Kunjungan Wisatawan dan Komitmen Menjaga Alam
Berdasarkan data bulan Mei, rata-rata jumlah pengunjung pada hari biasa (weekday) berkisar antara 100 hingga 200 orang per hari. Lonjakan pengunjung biasanya terjadi secara signifikan pada akhir pekan (weekend) seperti Sabtu dan Minggu, serta hari libur nasional.
Daya tarik Sumber Sirah kini telah tersebar luas. Mayoritas wisatawan tidak hanya didominasi oleh warga lokal Kediri, melainkan juga berdatangan dari wilayah Nganjuk, Jombang, dan Mojokerto. Bahkan, tidak sedikit pula pengunjung dari Blitar hingga Malang yang datang berlibur. Untuk menghadapi lonjakan pengunjung pada hari ramai, pihak loket tetap menerapkan sistem antrean satu per satu guna menjaga ketertiban.
Rutin Lakukan Reboisasi
Sebagai tempat wisata yang mengandalkan kelestarian alam, BUMDes bersama masyarakat rutin melakukan upaya reboisasi. Pohon-pohon besar peninggalan turun-temurun di kawasan ini terus dijaga ketat agar debit air Sumber Sirah tetap stabil dan tidak mengalami kekeringan.
Tantangan Digital dan Harapan ke Depan
Meski perkembangannya dinilai positif, pengelola mengaku masih menghadapi tantangan tersendiri. Selain kebutuhan modal dan peningkatan kualitas SDM, tantangan terbesar saat ini adalah akurasi titik lokasi pada aplikasi Google Maps. Banyak wisatawan yang kerap tersasar akibat panduan rute digital yang mengarah ke jalur yang salah. Walaupun pembenahan titik lokasi sudah sering diajukan, kendala teknis tersebut hingga kini masih kerap dijumpai di lapangan.
Kendati demikian, optimisme tinggi tetap diusung oleh pengelola. Ibu Naning selaku Kepala Unit berharap agar Wisata Sumber Sirah dapat semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga hingga ke luar daerah dan luar negeri.
”Semakin banyak pengunjung yang datang, otomatis pendapatan akan bertambah. Pendapatan tersebut nantinya bisa dialokasikan kembali untuk membangun, mempercantik area wisata, meningkatkan fasilitas, serta menyejahterakan para karyawan,” pungkas Ibu Naning.
Jurnalis : Fitri Rahayu