
Tandaglobalnews KEDIRI – Panti Sosial Syifaul Qolbi terus berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para penghuninya yang tengah berjuang menghadapi gangguan kesehatan jiwa. Salah satu program unggulan yang konsisten dijalankan adalah kegiatan pengajian rutin yang digelar setiap hari Jumat.
Bapak Imam, selaku pengurus Panti Syifaul Qolbi, mengungkapkan bahwa kegiatan spiritual ini sudah menjadi agenda wajib sejak awal panti tersebut berdiri. Pemilihan hari Jumat pun bukan tanpa alasan. Menurutnya, Jumat merupakan hari yang penuh berkah dan waktu yang sangat baik untuk memanjatkan doa bersama.
Terapi Spiritual untuk Bekal Bermasyarakat
Menurut Bapak Imam, pengajian ini bukan sekadar rutinitas keagamaan biasa, melainkan sebuah metode terapi psikoreligi yang dirancang khusus untuk menyentuh sisi spiritual para pasien
”Tujuan kami sebenarnya itu adalah salah satu terapi untuk psikolog keagamaan. Mereka harus mengerti tentang keagamaan supaya nanti saat kembali ke lingkungan masyarakat umum, mereka bisa bersosialisasi dengan baik sesuai dengan agama mereka masing-masing,” ujar Bapak Imam.
Ia menambahkan bahwa pendekatan keagamaan ini dinilai sangat efektif. Melalui kegiatan mengaji, para penghuni panti diajak untuk menenangkan pikiran sekaligus mengasah kemampuan mereka dalam memahami nilai-nilai agama sesuai dengan kapasitas masing-masing.
Fokus pada Kebersihan dan Doa untuk Keluarga
Dalam setiap sesi pengajian, materi yang disampaikan berfokus pada hal-hal esensial yang menyangkut kehidupan sehari-hari dan ketenangan batin. Pihak pengurus panti selalu menekankan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan kepada seluruh pasien.
Selain itu, momen pengajian ini juga menjadi wadah bagi para penghuni untuk mendoakan mendiang keluarga mereka yang telah tiada, serta memohon kesembuhan agar mereka dapat segera pulih dan berkumpul kembali dengan keluarga tercinta.
Tantangan Menata Kembali Jiwa yang Rapuh
Membimbing kelompok masyarakat dengan gangguan jiwa (ODGJ) tentu memiliki tantangan tersendiri. Bapak Imam mengakui bahwa mengajar dan memberikan ceramah di lingkungan panti membutuhkan kesabaran dan pendekatan yang sangat khusus.
”Tantangan atau kesulitan dari kami, karena mereka mempunyai sakit kejiwaan, otomatis kita harus memperbarui kehidupan mereka dari awal. Membentuk saraf yang baik dan menata kembali kejiwaan mereka agar siap bersosialisasi dengan lingkungan dan keluarga sekitar,” pungkasnya.
Melalui program yang holistik—memadukan perawatan medis, sosial, dan spiritual—Panti Syifaul Qolbi berharap dapat terus menjadi jembatan kesembuhan dan mengembalikan harapan bagi para pasien untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di masa depan. (Red)
Jurnalis : Intan Nuraini