
Tandaglobalnews KEDIRI – Stigma yang selama ini melekat pada sosok Calon Arang sebagai penyihir jahat dan penyebar wabah penyakit dinilai tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta sejarah. Hal tersebut disampaikan Agus Susanto, juru pelihara Situs Calon Arang di Desa Girah, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.
Agus yang telah merawat situs tersebut selama kurang lebih delapan tahun mengatakan, banyak informasi yang berkembang di masyarakat berasal dari cerita rakyat dan pertunjukan yang tidak selalu sesuai dengan catatan sejarah.
“Banyak orang mengenal Calon Arang sebagai penyihir, padahal berdasarkan sejarah yang kami pelajari, beliau merupakan seorang tabib kerajaan yang memiliki kemampuan pengobatan,” ujarnya.
Menurut Agus, sosok yang dikenal sebagai Calon Arang atau Mbok Girah dipercaya pernah membantu Kerajaan Kahuripan pada masa pemerintahan Raja Airlangga. Hal itu diperkuat dengan ditemukannya batu pipisan atau alat penggiling jamu kuno di area situs.
Temuan tersebut menunjukkan adanya aktivitas pengobatan tradisional yang dilakukan pada masa lalu. Karena itu, Agus berharap masyarakat dapat melihat sejarah secara lebih objektif dan tidak hanya berpegang pada cerita yang berkembang secara turun-temurun.
Selain menjaga peninggalan fisik situs, Agus juga merasa memiliki tanggung jawab untuk memberikan edukasi kepada para pengunjung mengenai sejarah yang sebenarnya.
“Tugas kami bukan hanya merawat situs, tetapi juga meluruskan informasi agar generasi muda memahami sejarah secara utuh,” katanya.
Di tengah perkembangan zaman, Agus berharap masyarakat, khususnya generasi muda, tetap menghargai warisan budaya dan sejarah leluhur.
“Jangan sampai kita melupakan sejarah sendiri. Karena tanpa leluhur, tidak akan ada kita hari ini,” pungkasnya.
Jurnalis : Intan Nuraini