Peringatan Penting dalam Khutbah Jumat Masjid Annur Pare: Tegakkan Iman dan Perbaiki Kualitas Sholat

Jamaah mengikuti Khutbah Jumat di Masjid Annur, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jumat (12/6/2026). Dalam khutbah tersebut, khatib mengajak umat Islam untuk meningkatkan kualitas sholat, menjaga keimanan, serta membiasakan ibadah berjamaah sebagai bekal kehidupan dunia dan akhirat.
Foto: Dok. Maulana Rahmadha

TandaGlobalNews | Kediri, — Khutbah Jumat yang disampaikan di Masjid Annur, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri hari ini 12 Juni 2026 mengangkat tema tentang pentingnya mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjadikan sholat sebagai tiang utama dalam kehidupan beragama. Penceramah mengingatkan seluruh jamaah untuk memanfaatkan sisa umur yang dimiliki dengan memperbaiki kualitas ibadah, terutama sholat.

Dalam penyampaiannya, penceramah menyebutkan bahwa rasa bosan atau malas saat melaksanakan sholat, apalagi di tengah kondisi musim kemarau yang terasa melelahkan, adalah godaan yang datang dari setan untuk menjauhkan manusia dari ketaatan. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW yang menegaskan: “Barang siapa yang menjaga dan melaksanakan sholat, berarti dia telah menegakkan agamanya. Sebaliknya, barang siapa yang meninggalkan atau meremehkan sholat, berarti dia telah merobohkan sendi-sendi agamanya.”

Sholat juga disebutkan sebagai amal yang pertama kali akan dihisab atau diperhitungkan oleh Allah SWT di hari kiamat nanti. Jika sholatnya baik dan diterima, maka amal-amal lainnya akan mengikuti kebaikannya. Namun penceramah mengingatkan, sholat yang dikerjakan tanpa disertai pemahaman dan ilmu yang benar, bisa saja bernilai kurang atau bahkan tidak diterima, sehingga ibadah tersebut seolah-olah “hangus” dan tidak memberikan manfaat di akhirat.

Sebagai gambaran, dijelaskan bahwa ketika seseorang meninggal dunia, khususnya orang yang tidak beriman, dia akan sangat menyesal dan berharap diberikan kesempatan hidup kembali untuk bisa beribadah seperti orang mukmin. Oleh karena itu, kesempatan yang masih ada saat ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Penceramah juga mengingatkan makna hakiki sholat, yaitu rangkaian gerakan dan ucapan yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Agar ibadah ini sah dan bernilai pahala, maka setiap muslim wajib mempelajari tata cara sholat yang benar sesuai tuntunan syariat.

Selain itu, ditegaskan pula keutamaan sholat berjamaah. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa barang siapa mampu melaksanakan sholat berjamaah selama 40 hari berturut-turut tanpa putus dan tidak pernah tertinggal takbiratul ihram bersama imam, maka dia akan mendapatkan keistimewaan besar, yaitu dibebaskan dari siksa neraka dan terhindar dari sifat kemunafikan.

Khutbah ditutup dengan ajakan kepada seluruh jamaah untuk senantiasa memperbaiki diri, menjaga sholat tepat waktu, mempelajari ilmunya, dan membiasakan diri melaksanakannya secara berjamaah sebagai wujud nyata mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Jurnalis : Mualana Rahmadha

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *