Pembangunan KDMP Purworejo Terkendala Masalah Pelaksana, Ditargetkan Rampung Agustus 2026

Proses pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Dusun Purworejo, Kabupaten Kediri. Pengerjaan sempat mengalami keterlambatan akibat kendala pelaksana proyek dan kini ditargetkan rampung pada Agustus 2026.
Foto: Roni Ardiansyah/TandaGlobalNews

TandaGlobalNews | Kediri, — Pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Dusun Purworejo, salah satu upaya pemerintah desa untuk memperkuat perekonomian warga, sempat mengalami keterlambatan meskipun pasokan bahan bangunan sudah tersedia sejak awal proses pengerjaan. Awalnya pembangunan ditargetkan selesai pada bulan Juli mendatang, namun kendala di lapangan membuat jadwal tersebut mundur.

Menurut Priyo, salah satu pendamping sekaligus pengawas pembangunan, keterlambatan ini bukan disebabkan oleh keterlambatan kedatangan material maupun masalah pendanaan. “Bahan bangunan sudah mulai didatangkan sejak awal, dan soal biaya pun aman serta tidak ada kendala sama sekali,” jelasnya.

Hambatan utama justru berasal dari sisi pelaksana pekerjaan. “Proses pembangunan sempat terhambat karena pemborong menangani terlalu banyak titik pekerjaan sekaligus, sehingga fokus di lokasi ini berkurang,” ungkap Priyo.

Belum lagi permasalahan pada tenaga pengawas lapangan. Hingga saat ini, posisi mandor atau penanggung jawab teknis di lokasi sudah diganti sebanyak tiga kali. Meski sudah dilakukan pergantian, hasil pengerjaan belum menunjukkan perubahan yang signifikan untuk mempercepat penyelesaian.

Menyikapi kondisi tersebut, pihak pengawas dan pengelola telah melakukan evaluasi dan penyesuaian agar pekerjaan bisa kembali berjalan optimal. Kini target waktu penyelesaian diperbarui menjadi bulan Agustus 2026.

“Kami terus memantau setiap hari agar pekerjaan berjalan lebih teratur. Semoga dengan pengawasan yang lebih ketat, pembangunan KDMP Purworejo benar-benar selesai tepat waktu sesuai target baru, sehingga segera bisa dimanfaatkan oleh warga,” pungkas Priyo.

Keberadaan KDMP nantinya diharapkan dapat menjadi pusat kebutuhan pokok warga sekaligus sarana pengembangan usaha bersama yang menguntungkan seluruh masyarakat setempat.

Jurnalis : Roni Ardiansyah

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *