Jelang Munas-Konbes NU 2026, Persiapan di Pesantren Ploso Terus Dimatangkan

Persiapan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri, terus dimatangkan menjelang pembukaan pada 20 Juni 2026. Foto: Dok. Panitia Munas-Konbes NU/TandaGlobalNew

Tandaglobalnews KEDIRI – Persiapan pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, terus dimatangkan menjelang pembukaan pada 20 Juni 2026.

Ketua PCNU Kabupaten Kediri Muhammad Ma’mun mengatakan berbagai kebutuhan teknis masih terus diselesaikan oleh panitia. Sejumlah tokoh NU nasional juga telah diundang untuk menghadiri forum yang menjadi salah satu agenda strategis organisasi tersebut.

“Masih terus dikerjakan,” kata Ma’mun saat dikonfirmasi, Rabu (17/6/2026).

Menurut dia, kepastian kehadiran para tokoh NU masih menunggu konfirmasi. Meski demikian, mereka diperkirakan mulai hadir saat pembukaan Munas-Konbes.

“Diundang, cuma apakah hadir atau tidak kita belum tahu. Tokoh-tokoh NU kemungkinan hadir saat tanggal 20,” ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris Steering Committee (SC) Munas-Konbes NU KH Mohammad Nuh memastikan kesiapan sarana dan prasarana di Pesantren Ploso telah memasuki tahap akhir. Panitia saat ini fokus menyempurnakan materi yang akan dibahas dalam forum tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pondok Pesantren Ploso yang bukan hanya siap, tetapi sangat siap. Pihak SC berfokus mematangkan materi non-keagamaan maupun rekomendasi yang nantinya disahkan di Muktamar,” ujar mantan Menteri Pendidikan Nasional itu saat koordinasi akhir panitia, Selasa (16/6/2026).

Munas-Konbes NU tahun ini mengusung konsep berbeda. Pembukaan akan digelar di Pesantren Ploso, Kediri, sedangkan penutupan direncanakan berlangsung di Bangkalan, Madura.

“Kita ingin mengawinkan dua kutub. Kutub awal dan kutub akhir sehingga nyambung,” kata Nuh.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso KH Abdurrahman Al-Kautsar atau Gus Kautsar menyatakan kesiapan pesantrennya menyambut sekitar 1.000 peserta yang terdiri dari peserta resmi, tamu undangan, masyayikh, dan kiai dari berbagai daerah.

“Dari peserta resmi mungkin sekitar 500 sekian orang. Ditambah para tamu undangan serta para masyayikh. Harapan kami forum ini mampu menghadirkan sebanyak-banyaknya masyayikh untuk bersilaturahim,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Organizing Committee (OC) Munas-Konbes NU yang juga Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf mengatakan pembukaan akan dihadiri unsur pemerintah, organisasi kemasyarakatan, serta sejumlah tokoh nasional. PBNU juga telah mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri agenda penutupan di Bangkalan.

“Kami sudah memutuskan dalam rapat untuk mengundang Bapak Presiden Prabowo guna memberikan amanat pada saat penutupan nanti di Bangkalan. Saat ini masih terus dikoordinasikan,” kata Gus Ipul.

Selain membahas berbagai persoalan keumatan dan kebangsaan, Munas-Konbes juga akan membicarakan sejumlah agenda strategis organisasi, termasuk penguatan kelembagaan Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) yang selama ini berperan dalam pemilihan Rais Aam PBNU.

Di sisi lain, dinamika menuju Muktamar NU mulai menghangat. Gus Ipul menilai sejumlah figur memiliki peluang berdasarkan rekam jejak kepemimpinan PBNU dalam beberapa dekade terakhir.

“Kalau melihat statistik, ada polanya. Yang pernah menjadi Katib Aam atau Ketua Wilayah memiliki potensi besar,” ujarnya.

Menurut Gus Ipul, nama Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar menjadi salah satu figur yang banyak diperbincangkan di kalangan warga NU. Namun, ia menegaskan tidak akan ikut dalam kontestasi Ketua Umum PBNU mendatang.

“Saya sudah nyatakan dengan jelas, saya tidak mencalonkan diri dan tidak mau dicalonkan,” tegasnya.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, unsur Banser dan Garnusa bersama panitia terus mematangkan skema pengamanan. Ribuan peserta diperkirakan akan memadati kawasan Pesantren Ploso selama pelaksanaan Munas-Konbes NU 2026.

Jurnalis : Wildan Wahid Hasyim

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *