Kondisi Pasca-Pandemi dan Pemasangan Pagar: Pedagang di Taman Kilisuci Mengeluh Sepi Pembeli

Pedagang di kawasan kuliner Taman Kilisuci melayani pembeli di tengah menurunnya jumlah pengunjung. Sejumlah pedagang mengaku omzet usaha mengalami penurunan sejak pandemi dan perubahan tata kelola kawasan. (Dok. Intan Nuraini)

Tandaglobalnews | KEDIRI– Kondisi area kuliner di kawasan Taman Kilisuci kini dikeluhkan oleh para pedagang setempat. Suasana yang dulunya ramai dan menjadi pusat aktivitas warga, kini tampak sepi dan banyak lapak pedagang yang terpaksa tutup.

Salah seorang pedagang, Ibu Supiatun, yang telah berjualan di kawasan tersebut sejak tahun 2010, mengungkapkan bahwa penurunan omset yang drastis ini mulai dirasakan sejak masa pandemi COVID-19 yang kemudian diperparah dengan adanya kebijakan pemagaran di sekeliling area taman.

“Dulu sebelum dipagar seperti ini, semua yang jualan di sini ramai dan lancar. Tapi setelah corona dan taman ini dipagar, pengaruhnya sangat besar. Sekarang suasananya sepi, Mbak,” ujar Ibu Supiatun saat ditemui di lapaknya.

Fasilitas Pagar dan Jarak Parkir Jadi Kendala Utama
Menurut Ibu Supiatun, pemasangan pagar di area taman membuat pengunjung tidak bisa lagi leluasa bersantai seperti dulu. Kebijakan pelarangan membawa tikar untuk menggelar lesehan di area taman juga disinyalir membuat daya tarik tempat ini menurun bagi masyarakat yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga. Hal ini memicu banyak pedagang lain memilih untuk menutup lapak mereka atau pindah mengontrak di tempat lain.
Selain masalah pemagaran, akses parkir yang jauh juga menjadi keluhan utama bagi pengunjung dan pedagang. Saat ini, fasilitas parkir kendaraan berpusat di area depan Masjid An-Nur. Pengunjung yang ingin menuju ke dalam area taman harus berjalan kaki dengan jarak yang cukup jauh.

Harapan Pedagang untuk Pengelolaan ke Depan
Perbedaan omset pun kini sangat terasa bagi para pedagang. Ibu Supiatun menyebutkan bahwa pendapatan pada hari-hari biasa sangat minim, dan mereka hanya bisa sedikit mengandalkan akhir pekan atau hari libur untuk mendapatkan penghasilan yang lumayan.
Para pedagang berharap pihak pengelola Taman Kilisuci dapat melakukan penataan kembali dan memberikan solusi yang lebih baik:

Penyediaan Fasilitas Parkir yang Dekat:
Berharap ada area parkir khusus, seperti untuk kendaraan mobil, di sisi yang lebih dekat dengan akses masuk pedagang.

Perluasan Akses Jalan:
Mengharapkan adanya akses jalan yang lebih lebar dan langsung menuju ke area dalam taman agar aktivitas transportasi lebih lancar.

Penyelenggaraan Hiburan:
Berharap pihak pengelola bisa mengadakan acara hiburan atau tontonan secara berkala di area taman untuk kembali menarik minat masyarakat luas agar berkunjung.

Dengan adanya perbaikan pengelolaan dan penambahan fasilitas tersebut, para pedagang berharap roda perekonomian di kawasan Taman Kilisuci dapat kembali menggeliat seperti sedia kala.

Jurnalis : Intan Nuraini

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *