
Salah seorang jamaah asal Kecamatan Kayen Kidul mengaku sengaja datang lebih awal agar dapat mengikuti seluruh rangkaian acara sekaligus menyambut langsung kedatangan Gus Sabuth.
“Setiap Gus Sabuth hadir, suasananya selalu ramai. Kami datang dengan niat berdoa dan berharap mendapatkan keberkahan,” ujarnya.
Menurutnya, tradisi membawa air untuk didoakan telah menjadi kebiasaan yang selalu dilakukan banyak jamaah dalam setiap pelaksanaan Jantiko Mantab.
Meski harus mengantre cukup panjang, seluruh jamaah tetap menjaga ketertiban sehingga prosesi berlangsung dengan aman dan penuh kekhusyukan.
“Antusiasme jamaah sangat luar biasa, tetapi semuanya tetap tertib dan saling menghormati. Itu yang membuat suasana semakin khidmat,” tambahnya.
Majlis Sema’an Al-Qur’an Jantiko Mantab secara rutin dihadiri ribuan jamaah dari Kediri maupun berbagai daerah lainnya.
Selain menjadi ajang mempererat silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, memperbanyak dzikir, serta menumbuhkan semangat menghadiri majelis ilmu sebagai bagian dari pembinaan spiritual umat.




















Tinggalkan Balasan