Tandaglobal.news | Kediri — Suasana penuh khidmat sekaligus antusias mewarnai pelaksanaan Majlis Sema’an Al-Qur’an Jantiko Mantab & Dzikrul Ghofilin di Musholla Miftakhussalam, Dusun Sukosari, Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Rabu (15/7/2026) malam.
Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati lokasi untuk mengikuti rangkaian kegiatan sekaligus menyambut kedatangan KH Agus Sabuth Panoto Projo atau yang akrab disapa Gus Sabuth.
Sejak sore hari, jamaah telah berdatangan dan memenuhi area sekitar musholla. Mereka tampak tertib menunggu kedatangan Gus Sabuth yang dijadwalkan hadir pada malam hari.
Kehadiran ulama tersebut disambut hangat oleh jamaah yang berdiri membentuk barisan panjang di sepanjang jalur menuju panggung utama.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 21.00 WIB, Gus Sabuth langsung menyapa jamaah yang telah menanti.
Suasana semakin khidmat ketika banyak jamaah mengangkat botol maupun gelas berisi air minum untuk didoakan.
Tradisi membawa air untuk didoakan menjadi salah satu momen yang paling dinantikan setiap pelaksanaan Jantiko Mantab.
Padatnya antrean membuat perjalanan Gus Sabuth menuju panggung utama berlangsung cukup lama. Beliau beberapa kali berhenti untuk mendoakan air yang disodorkan para jamaah yang berharap memperoleh keberkahan.

Salah seorang jamaah asal Kecamatan Kayen Kidul mengaku sengaja datang lebih awal agar dapat mengikuti seluruh rangkaian acara sekaligus menyambut langsung kedatangan Gus Sabuth.
“Setiap Gus Sabuth hadir, suasananya selalu ramai. Kami datang dengan niat berdoa dan berharap mendapatkan keberkahan,” ujarnya.
Menurutnya, tradisi membawa air untuk didoakan telah menjadi kebiasaan yang selalu dilakukan banyak jamaah dalam setiap pelaksanaan Jantiko Mantab.
Meski harus mengantre cukup panjang, seluruh jamaah tetap menjaga ketertiban sehingga prosesi berlangsung dengan aman dan penuh kekhusyukan.
“Antusiasme jamaah sangat luar biasa, tetapi semuanya tetap tertib dan saling menghormati. Itu yang membuat suasana semakin khidmat,” tambahnya.
Majlis Sema’an Al-Qur’an Jantiko Mantab secara rutin dihadiri ribuan jamaah dari Kediri maupun berbagai daerah lainnya.
Selain menjadi ajang mempererat silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, memperbanyak dzikir, serta menumbuhkan semangat menghadiri majelis ilmu sebagai bagian dari pembinaan spiritual umat.




















Tinggalkan Balasan