
Tandaglobal.news | Kediri — Harga minyak goreng curah di Pasar Banjaran, Jalan Insinyur Sutami No. 31, Kecamatan Kota, Kota Kediri, terpantau mengalami kenaikan pada Rabu (15/7/2026). Kenaikan tersebut diduga dipicu terganggunya pasokan dari distributor, sehingga pedagang harus mencari stok dari pemasok lain.
Salah seorang pedagang bahan pokok di Pasar Banjaran, Pak Gunadi, mengatakan harga minyak goreng curah yang sebelumnya dijual Rp22.000 per kilogram kini naik menjadi Rp22.500 per kilogram. Meski demikian, kenaikan tersebut dinilai masih relatif kecil dan belum terlalu membebani aktivitas perdagangan.
Menurutnya, kelangkaan pasokan dari distributor menjadi penyebab utama kenaikan harga. Kondisi itu membuat pedagang terpaksa membeli minyak goreng dari pemasok di luar jalur distribusi biasanya agar stok dagangan tetap tersedia.
“Mungkin pasokan dari distributor enggak ada, Mbak. Enggak ada pasokan dari distributor. Jadi saya belinya dari luaran,” ujarnya.
Pak Gunadi menjelaskan, ketersediaan minyak goreng di luar distributor masih cukup sehingga kebutuhan pembeli tetap dapat dipenuhi. Selama harga pembelian masih memungkinkan untuk dijual kembali, ia akan tetap mengambil stok dari pemasok tersebut.
Sementara itu, kembali bergulirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru belum berdampak terhadap penjualan minyak goreng di lapaknya. Menurutnya, kebutuhan minyak goreng untuk program tersebut umumnya dipenuhi oleh pemasok dalam jumlah besar, sehingga tidak memengaruhi penjualan eceran di pasar tradisional.
Selain minyak goreng, harga beras di Pasar Banjaran masih terpantau stabil. Beras premium dijual Rp16.000 per kilogram, sedangkan beras medium Rp14.500 per kilogram tanpa mengalami perubahan dibandingkan sebelumnya.
Di akhir wawancara, Pak Gunadi berharap pemerintah dapat memperhatikan pemerataan distribusi bahan pokok agar pasokan tidak hanya terserap ke toko-toko besar. Dengan distribusi yang lebih merata, pedagang pasar tradisional diharapkan memperoleh akses stok yang lebih mudah sehingga stabilitas harga di tingkat pasar dapat terjaga.
“Ya mungkin pembagiannya secara, kalau bisa itu secara merata. Jangan ke toko-toko yang besar aja,” harapnya.
Jurnalis: Stefani Eka Shaputri




















Tinggalkan Balasan