
TandaGlobalNews | JAKARTA – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menghadap Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk membahas berbagai isu strategis yang berkaitan dengan kondisi perekonomian nasional. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung.
Dalam pertemuan yang berlangsung di lingkungan Istana Kepresidenan, DEN menyampaikan sejumlah pandangan dan rekomendasi terkait perkembangan ekonomi dunia yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi nasional. Berbagai faktor eksternal seperti gejolak geopolitik, perlambatan ekonomi global, fluktuasi harga komoditas, hingga dinamika perdagangan internasional menjadi perhatian utama dalam pembahasan tersebut.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah harus terus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai perkembangan global yang dapat berdampak pada Indonesia. Menurutnya, langkah antisipatif perlu dipersiapkan sejak dini agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dan masyarakat tidak terdampak secara signifikan oleh gejolak ekonomi internasional.
Selain membahas tantangan global, pertemuan tersebut juga menyoroti sejumlah program prioritas pemerintah yang berkaitan dengan penguatan ekonomi domestik. Salah satunya adalah percepatan swasembada energi yang dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan energi dari luar negeri sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional dalam jangka panjang.
DEN juga menekankan pentingnya mendorong transformasi ekonomi melalui peningkatan investasi, pengembangan industri bernilai tambah, serta percepatan digitalisasi di berbagai sektor pemerintahan dan pelayanan publik. Digitalisasi dinilai mampu meningkatkan efisiensi anggaran negara sekaligus memperbaiki kualitas layanan kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo turut meminta seluruh jajaran pemerintah untuk menjaga koordinasi lintas sektor guna memastikan setiap kebijakan ekonomi dapat berjalan efektif. Pemerintah ingin memastikan bahwa stabilitas ekonomi tetap terjaga, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan yang berpotensi muncul akibat perubahan kondisi global yang berlangsung cepat.
Data yang dipaparkan dalam berbagai rapat ekonomi pemerintah sebelumnya menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih relatif kuat. Pemerintah mencatat pertumbuhan ekonomi tetap berada pada jalur positif, sementara kondisi fiskal dan sektor keuangan nasional masih terjaga dengan baik.
DEN menilai momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperkuat daya saing nasional melalui berbagai reformasi ekonomi, peningkatan produktivitas industri, serta penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pertemuan antara Presiden Prabowo dan Dewan Ekonomi Nasional ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk terus memantau perkembangan ekonomi secara cermat. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan para ahli ekonomi, Indonesia diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional serta memanfaatkan berbagai peluang pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah.