
Tandaglobal.news | Kediri – Harga daging ayam potong di sejumlah pasar mengalami penurunan dalam sepekan terakhir seiring dimulainya masa libur sekolah. Saat ini, harga daging ayam berada di kisaran Rp26.000 hingga Rp27.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang kerap menembus angka Rp30.000 per kilogram.
Salah seorang penjual ayam potong, Reza, mengatakan penurunan harga tersebut sudah berlangsung sekitar satu minggu terakhir. Menurutnya, kondisi ini dipengaruhi oleh mulai masuknya masa libur sekolah yang berdampak pada pola permintaan di pasaran.
“Sekarang harga ayam sekitar Rp26 ribu sampai Rp27 ribu per kilogram. Sebelumnya sering di atas Rp30 ribu. Turunnya sudah sekitar seminggu, sejak mulai libur sekolah,” ujar Reza, Kamis (18/6/2026).
Ia menjelaskan, fluktuasi harga daging ayam sangat dipengaruhi oleh ketersediaan stok di tingkat peternak atau kandang serta kondisi perdagangan di pasar. Apabila pasokan dari kandang berkurang, harga ayam berpotensi kembali mengalami kenaikan.
“Harga ayam memang bisa berubah kapan saja. Kalau stok di kandang mulai menipis, biasanya harga ikut naik. Jadi tergantung ketersediaan barang dan kondisi pasar,” katanya.
Menurut Reza, penurunan harga saat ini memberikan dampak positif bagi konsumen. Harga yang lebih terjangkau membuat minat masyarakat untuk membeli daging ayam meningkat dibandingkan saat harga masih berada di level tinggi.
“Kalau harga sedang murah seperti sekarang, pembeli biasanya lebih ramai karena masyarakat merasa lebih ringan untuk belanja kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.
Untuk memenuhi kebutuhan dagangan, Reza mengaku memperoleh pasokan daging ayam dari saudaranya yang menjalankan usaha RPA (Rumah Pemotongan Ayam). Ketersediaan pasokan dari usaha tersebut turut membantu menjaga kelancaran distribusi daging ayam kepada konsumen.
Jurnalis : Maulana Rahmadha