Banjir Lumpur Terjang Bayur Samarinda, Warga Pertanyakan Asal Air Keruh

Ilustrasi: Banjir berlumpur merendam kawasan permukiman di Bayur, Samarinda Utara, usai hujan deras. Air berwarna cokelat pekat menggenangi jalan dan lingkungan warga, sementara aktivitas masyarakat terganggu akibat tingginya debit air yang diduga berasal dari kawasan hulu. ( Ai/TandaGlobalNews )

TandaGlobalNews | SAMARINDA – Hujan dengan durasi sekitar satu jam memicu banjir di kawasan Bayur, Samarinda Utara, pada Kamis (11/6). Namun, yang menjadi perhatian warga bukan hanya tingginya genangan air, melainkan warna air yang terlihat lebih keruh dan berlumpur dibandingkan banjir yang biasa terjadi di wilayah tersebut.

Genangan air dilaporkan merendam sejumlah ruas jalan dan area permukiman warga. Meski intensitas hujan tidak berlangsung lama, debit air terus meningkat hingga mengganggu aktivitas masyarakat. Kondisi ini membuat warga mempertanyakan sumber air yang masuk ke kawasan permukiman tersebut.

Sejumlah warga menduga banjir tidak sepenuhnya berasal dari curah hujan lokal. Dugaan itu muncul karena air yang mengalir membawa lumpur dalam jumlah cukup banyak dan berwarna cokelat pekat. Mereka menilai karakteristik air tersebut berbeda dengan genangan yang biasanya muncul akibat hujan singkat.

Selain menyebabkan genangan, banjir juga meninggalkan endapan lumpur di berbagai titik. Jalan lingkungan, halaman rumah, hingga saluran drainase dipenuhi material sedimen yang terbawa arus. Akibatnya, warga harus melakukan pembersihan ekstra setelah air mulai surut.

Kawasan Bayur sendiri berada di daerah yang berbatasan dengan sejumlah wilayah perbukitan. Saat hujan turun dengan intensitas tinggi, aliran air dari daerah yang lebih tinggi berpotensi mengalir menuju kawasan permukiman yang berada di bagian bawah. Kondisi ini kerap menjadi perhatian masyarakat, terutama ketika banjir disertai material lumpur dalam jumlah besar.

Peristiwa tersebut kembali memunculkan kekhawatiran terkait tata kelola lingkungan dan sistem drainase di kawasan hulu. Warga berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap kondisi daerah tangkapan air serta saluran pembuangan yang berfungsi mengendalikan limpasan saat hujan deras terjadi.

Berita Terkait  Pemerataan Internet di Wilayah 3T Dorong Lompatan Kemajuan Maratua

Masyarakat juga meminta pemerintah dan pihak terkait melakukan investigasi untuk memastikan penyebab munculnya air berlumpur yang merendam permukiman. Langkah tersebut dinilai penting agar penyebab banjir dapat diketahui secara jelas dan penanganan yang tepat dapat segera dilakukan.

Selain itu, warga berharap upaya mitigasi jangka panjang dapat segera disusun guna mengurangi risiko banjir berulang, termasuk peningkatan kapasitas drainase, pengendalian sedimentasi, serta pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi memengaruhi kondisi lingkungan di kawasan hulu.

Dengan memasuki periode cuaca yang masih berpotensi menghadirkan hujan berintensitas sedang hingga lebat, masyarakat di sekitar Bayur diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir susulan dan segera melaporkan apabila ditemukan kondisi yang dapat membahayakan keselamatan warga.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *