


Tandaglobal.news | KEDIRI – SMP Airlangga yang berada di Dusun Parangagung, Desa Asmorobangun, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, mengalami penurunan jumlah peserta didik dalam beberapa tahun terakhir.
Pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah yang pernah menjadi salah satu sekolah favorit di wilayah tersebut hanya menerima tiga siswa baru.
Staf guru SMP Airlangga, Ardi, mengatakan kondisi tersebut mulai dirasakan setelah pandemi COVID-19.
Selain dampak pandemi, bertambahnya sekolah baru dan banyaknya rombongan belajar di sekolah negeri turut memengaruhi minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah swasta.
“Dulu sekolah ini menjadi salah satu favorit. Namun setelah pandemi, jumlah siswa terus menurun hingga tahun ini hanya menerima tiga siswa baru,” ujarnya, Sabtu (18/7/2026).
Menurut Ardi, SMP Airlangga telah berdiri sejak sekitar tahun 1983 dan pernah memiliki lebih dari satu rombongan belajar di setiap jenjang kelas.
Kini sekolah hanya memiliki satu rombongan belajar untuk masing-masing tingkat dengan didukung 11 tenaga pendidik.
Karena jumlah peserta didik yang terbatas, kegiatan belajar siswa kelas VII untuk sementara digabung dengan kelas VIII dalam satu ruang pembelajaran.
Kebijakan tersebut dilakukan agar proses belajar mengajar tetap berjalan efektif tanpa mengurangi kualitas pembelajaran yang diberikan kepada para siswa.




















Tinggalkan Balasan