Ia menjelaskan, pihak sekolah masih membuka kesempatan bagi calon siswa yang ingin mendaftar, terutama bagi mereka yang belum mendapatkan sekolah tujuan.
Sekolah optimistis masih akan ada tambahan peserta didik hingga proses penerimaan siswa baru benar-benar berakhir.
Selain kegiatan belajar mengajar, SMP Airlangga tetap menjalankan kegiatan ekstrakurikuler, meski saat ini yang aktif hanya Pramuka.
Sementara itu, kegiatan lain seperti voli belum dapat dilaksanakan karena jumlah siswa yang terbatas, meskipun fasilitas olahraga masih tersedia.
“Kami berharap masyarakat kembali mempercayakan pendidikan putra-putrinya di SMP Airlangga. Kualitas pembelajaran tetap kami jaga dengan tenaga pendidik yang kompeten,” tambah Ardi.
Ardi menuturkan sekolah tersebut juga memiliki sejarah panjang dalam dunia pendidikan.
Sebelum SMA Puncu memiliki gedung sendiri, kegiatan belajar mengajar sempat dilaksanakan pada siang hari karena gedung digunakan secara bergantian. Sejak 2011, proses belajar mengajar kembali berlangsung pada pagi hari.
Pihak sekolah berharap jumlah peserta didik dapat kembali meningkat pada tahun-tahun mendatang sehingga SMP Airlangga dapat mengembalikan kejayaannya sebagai salah satu sekolah yang pernah menjadi kebanggaan masyarakat Kecamatan Puncu.




















Tinggalkan Balasan