Jamaah haji Kloter 111 Kabupaten Kediri disambut penuh haru oleh keluarga setibanya di halaman belakang Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri usai menunaikan ibadah di Tanah Suci. (Dok. Wildan Wahid Hasyim / Tandaglobalnews)

Tandaglobalnews Kediri | Pengalaman spiritual selama lebih dari sebulan di Tanah Suci akhirnya tuntas. Senyum bahagia dan pelukan hangat mewarnai kepulangan ratusan jamaah haji Kloter 111 Kabupaten Kediri yang tiba di halaman belakang Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, Minggu malam.

Sejak beberapa jam sebelum kedatangan bus, keluarga jamaah telah memadati lokasi penjemputan. Mereka menanti dengan penuh harap untuk kembali bertemu orang tua, pasangan, hingga kerabat yang telah lama menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.

Begitu bus rombongan tiba, suasana haru langsung pecah. Sejumlah keluarga tampak berpelukan, sebagian lainnya menitikkan air mata karena akhirnya dapat kembali berkumpul setelah berpisah selama berpekan-pekan.

Salah satu jamaah asal Desa Pelem, Kecamatan Pare, Sri Rusmani, mengaku bersyukur dapat kembali ke Kabupaten Kediri dalam kondisi sehat setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji.

“Alhamdulillah luar biasa. Sejak berangkat sampai di sana penuh dengan kebahagiaan karena bisa ziarah ke Madinah dan Makkah. Walaupun situasi dan kondisinya berbeda, banyak yang batuk-batuk, tetapi semuanya berjalan baik karena pertolongan Allah,” ujarnya.

Sri menilai pelayanan haji tahun ini cukup memuaskan, terutama terkait konsumsi jamaah yang menurutnya sangat tercukupi selama berada di Tanah Suci.

Ia juga mengaku memiliki pengalaman berkesan saat menjalani mabit di Muzdalifah. Menurutnya, kondisi fasilitas tahun ini jauh lebih baik dibanding saat dirinya menunaikan ibadah haji pada tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau dulu belum ada kasur, sekarang sudah ada kasurnya. Memang kondisinya panas, tetapi semuanya berjalan dengan baik dan tidak ada kendala berarti,” katanya.

Kesan positif juga disampaikan Zainuri, jamaah asal Desa Lamong, Kecamatan Badas, yang sekaligus menjadi Ketua Rombongan 8 Kloter 111.

Menurutnya, seluruh anggota rombongan dapat menjalankan ibadah dengan lancar meski harus menghadapi cuaca ekstrem yang mencapai 47 derajat Celsius.

“Alhamdulillah sekali. Dari rombongan kami semuanya sehat. Kloter 111 juga pulang utuh semuanya. Pelayanan dari petugas sangat baik, menu makanan juga cukup sehingga kami bisa melaksanakan ibadah dengan baik dan sempurna,” ungkapnya.

Ia mengakui tantangan terbesar selama berada di Arab Saudi adalah beradaptasi dengan suhu udara yang jauh lebih panas dibanding Indonesia.

“Ketika datang suhu sudah mencapai 47 derajat. Saat di Mina tertinggi sekitar 46 derajat. Tetapi alhamdulillah teman-teman sehat semuanya,” tambahnya.

Sementara itu, Abdullah Rosyad, jamaah asal Desa Ndayeng, Kecamatan Ringinrejo, menyebut momen paling mengesankan selama berhaji adalah saat menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

“Yang paling mengesankan adalah proses Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Karena haji itu puncaknya di Arafah. Itu kondisi yang paling sulit dan paling berat bagi jamaah, tetapi alhamdulillah seluruh rangkaian bisa dilaksanakan dengan baik,” tuturnya.

Menurut Abdullah, pelayanan haji tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan. Meski demikian, cuaca panas tetap menjadi tantangan utama bagi para jamaah.

“Pelayanannya luar biasa. Hanya panasnya juga luar biasa. Siang hari bisa mencapai 45 derajat. Angin yang mengenai wajah terasa panas sekali,” katanya.

Ia juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Kediri yang memberikan bekal makanan khas daerah kepada jamaah sebelum keberangkatan.

“Pecel dan makanan khas Kediri yang diberikan pemerintah daerah sangat bermanfaat. Di sana susah mencari makanan seperti itu. Rasanya seperti berada di Makkah tetapi suasananya seperti di rumah,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kabupaten Kediri, Sumarlan, mengatakan kepulangan jamaah malam itu meliputi Kloter 109, 110, dan 111. Dengan tibanya ketiga kloter tersebut, secara umum jamaah haji Kabupaten Kediri telah kembali ke tanah air setelah menunaikan ibadah di Makkah dan Madinah.

“Secara keseluruhan tiga kloter ini sudah kembali di Kabupaten Kediri setelah melaksanakan ibadah haji. Memang ada beberapa jamaah yang mengalami kendala kesehatan dan masih menjalani perawatan. Kita doakan bersama agar segera diberikan kesembuhan dan bisa kembali berkumpul dengan keluarganya,” jelas Sumarlan.

Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus hadir memberikan dukungan dan fasilitas bagi masyarakat, termasuk dalam penyelenggaraan ibadah haji.

“Kami berharap kehadiran pemerintah daerah dapat sedikit banyak meringankan beban masyarakat dan memperlancar pelaksanaan ibadah mereka,” pungkasnya.

Kepulangan Kloter 111 bukan sekadar akhir dari perjalanan panjang menuju Tanah Suci. Bagi para jamaah, momen tersebut menjadi awal untuk kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan membawa pengalaman spiritual yang mendalam, sementara bagi keluarga, kepulangan orang-orang tercinta menjadi kebahagiaan yang telah lama dinanti.

Jurnalis : Wildan Wahid Hasyim