
Tandaglobalnews, KEDIRI – Sebuah karya seni luar biasa yang terletak di kawasan Kediri kembali mencuri perhatian publik. Patung Macan Putih yang kini tengah viral dan ramai diperbincangkan, ternyata lahir dari tangan dingin seorang seniman lokal bernama Bapak Suwari.
Pria kelahiran tahun 1955 asal Desa Kuwik, Kecamatan Kunjang ini menceritakan awal mula dirinya merancang patung ikonik tersebut. Inspirasi pembuatan patung ini rupanya datang langsung dari penugasan Kepala Desa setempat.
”Inspirasinya saya diutus oleh Bapak Kepala Desa untuk membuat patung macan putih,” ujar Mbah Suwari saat ditemui oleh tim Tandaglobalnews di lokasi.
Lebih lanjut, pihak terkait menjelaskan bahwa pemilihan karakter macan putih ini tidak lepas dari unsur historis dan mistis masyarakat sekitar. Konon, sosok danyang atau penjaga gaib di wilayah Balong Klotok dipercaya berwujud macan putih. Hal itulah yang mendasari permintaan Kepala Desa agar dibuatkan patung tersebut.
Proses Cepat Tanpa Kendala
Meski terkesan sarat akan nilai mistis, Mbah Suwari mengaku tidak menemui tantangan atau hambatan besar selama proses pengerjaan. Berkat keahlian dan bakat seni yang telah mendarah daging, patung macan putih tersebut berhasil diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat, yaitu hanya 18 hari.
Menariknya, pengerjaan tidak dilakukan seharian penuh. Mbah Suwari hanya bekerja setengah hari, dimulai dari jam 1 siang hingga sore hari.
Dikunjungi Wisatawan Mancanegara
Kini, buah kerja kerasnya tersebut membuahkan hasil. Patung Macan Putih itu menjadi viral dan sukses menarik perhatian banyak orang. Tidak tanggung-tanggung, lokasi patung ini kini kerap didatangi oleh wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia hingga turis mancanegara.
”Banyak yang datang ke sini, bahkan dari luar negeri seperti Jepang, Australia, dan Belgia. Kalau dari lokal ada yang dari Kalimantan Timur hingga Jakarta. Bisa dibilang sudah mendunia,” ungkapnya kepada Tandaglobalnews.
Seniman Multitalenta
Mbah Suwari sendiri merupakan sosok seniman tulen yang memiliki rekam jejak panjang dalam dunia seni. Sebelum patung macan putih ini viral, ia sudah banyak melahirkan karya seni lain di sepanjang jalan Desa Kuek hingga ke arah Badas, mulai dari patung jerapah raksasa hingga patung penjangan (kijang).
Tak hanya mahir memahat patung seperti karakter burung Rajawali, Semar, Gareng, Petruk, Bagong, hingga rencana patung Dewa Ruci, Mbah Suwari ternyata juga menguasai berbagai cabang seni lainnya. Pria paruh baya ini diketahui aktif dalam seni Ludruk, ahli dalam karawitan, mahir menyanyi (swara), piawai menabuh kendang, melukis, hingga merancang taman.