Kisah Pak Asrori: Lebih dari 30 Tahun Setia Menjadi Pakar Sepatu Kuda

Pak Asrori saat merawat dan memasang sepatu pada kuda sebagai bagian dari profesinya. (Dok . Fitri Rahayu / Tandaglobalnews)

​Tandaglobalnews KEDIRI – Menjadi seorang pawang atau pakar sepatu kuda bukanlah profesi yang biasa. Profesi langka ini dilakoni dengan penuh dedikasi oleh Pak Asrori, seorang pria yang telah menggeluti bidang ini sejak tahun 1993. Selama lebih dari tiga dekade, ia mendedikasikan hidupnya untuk merawat kesehatan kaki kuda.


​Pentingnya Sepatu Kuda bagi Kesehatan
​Menurut Pak Asrori, memasang sepatu kuda bukanlah sekadar aksesori, melainkan kebutuhan vital bagi kesehatan dan aktivitas hewan tersebut.
​”Fungsi utamanya terutama buat kuku itu supaya enggak kropos. Kalau enggak ada sepatunya, kadang dipakai jalan kan habis kukunya. Kalau lama-lama kropos, kukunya bisa sakit dan kudanya tidak bisa jalan,” ujar Pak Asrori.
​Ia menambahkan bahwa pemasangan sepatu kuda idealnya dimulai sejak kuda berusia minimal 1,5 tahun. Namun, untuk kuda pacu yang sudah mulai berlatih, pemasangan bahkan bisa dimulai sejak usia satu tahun lebih sedikit.
​Proses penggantian sepatu kuda sendiri idealnya dilakukan rutin sebulan sekali. Prosesnya meliputi pemotongan dan pembersihan kuku kuda yang sudah memanjang, sebelum akhirnya dipasang kembali dengan sepatu yang baru dan rapi. Jika tidak dirawat dengan baik, kuku kuda berisiko mengalami pembusukan di bagian dalam atau yang dikenal dengan istilah trombus.


​Tantangan dan Risiko Cedera yang Tak Mengubah Hobi
​Pekerjaan ini tentu bukan tanpa risiko. Pak Asrori mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam profesinya adalah menghadapi karakter kuda yang berbeda-beda.
​”Tantangannya kalau kudanya nakal, bisa menendang atau menginjak kita. Setiap kuda itu punya karakter masing-masing, tidak ada yang sama,” tuturnya.
​Meski sering mengalami insiden berbahaya—mulai dari ditendang hingga mengalami patah tulang di tangan kanan dan kiri—Pak Asrori mengaku tidak pernah kapok. Baginya, keterikatan dengan kuda sudah menjadi hobi turun-temurun di keluarganya. Rasa suka terhadap kuda ini bahkan sudah tumbuh sejak ia masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).
​Pengalaman Menjadi Joki hingga Keliling Daerah
​Sebelum fokus menjadi pakar sepatu kuda, Pak Asrori memiliki rekam jejak yang panjang sebagai joki kuda. Pengalaman tersebut membawanya berkeliling ke berbagai daerah untuk mengikuti perlombaan, mulai dari wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga merawat kuda sampai ke Pulau Bali.
​Bagi Pak Asrori, setiap cedera dan risiko yang ia terima adalah bagian dari perjalanan profesi yang ia cintai. Profesi pawang sepatu kuda mungkin jarang dilirik, namun di tangan dingin Pak Asrori, kesehatan dan ketangguhan kuda-kuda pacu tetap terjaga.

Baca Juga  Pasokan Nasional Aman, Antrean Bio Solar Masih Terjadi di Jalur Logistik Badas Kediri
administrator
Media Berita Online | Menyampaikan Berita Terkini - Aktual - Terpercaya

    Artikel Terkait

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *