Aktivitas pengambilan dan pencucian pasir di Sumberagung Kediri masih berlangsung untuk memenuhi kebutuhan material konstruksi. (Dok.Wildan Wahid Hasyim/Tandaglobalnews)

Tandaglobalnews KEDIRI – Penelusuran aktivitas usaha material di Desa Sumberagung, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, berlanjut ke titik ketiga yang masih berada dalam kawasan yang sama. Di lokasi ini, aktivitas tidak hanya berkaitan dengan pencucian pasir, tetapi juga pengambilan material urukan pasir yang kemudian dipasarkan kepada konsumen.

Saat berada di lokasi, tim menemukan sejumlah tumpukan pasir yang telah dipisahkan berdasarkan jenis dan kualitasnya. Beberapa pekerja terlihat melayani pemesanan material, sementara kendaraan pengangkut sesekali datang untuk mengambil pesanan yang telah dipesan sebelumnya.

Dari hasil percakapan dengan pekerja, diketahui bahwa pasir yang dijual terdiri dari material yang telah dicuci maupun yang masih dalam kondisi biasa. Pasir yang telah melalui proses pencucian memiliki harga lebih tinggi karena dinilai lebih bersih dan siap digunakan untuk kebutuhan konstruksi.

“Kalau yang ini sudah dicuci. Bedanya lebih bersih dan warnanya juga lebih bagus,” ujar salah seorang pekerja.

Menurut keterangan yang diperoleh, pasir yang belum dicuci dijual dengan harga lebih rendah. Sementara pasir yang telah melalui proses pencucian menjadi pilihan bagi konsumen yang membutuhkan material dengan kualitas lebih baik untuk pekerjaan bangunan.

Aktivitas di lokasi tersebut disebut telah berlangsung cukup lama dan melayani berbagai kebutuhan pembangunan, mulai dari rumah tinggal hingga proyek konstruksi dalam skala lebih besar. Pemesanan umumnya dilakukan terlebih dahulu karena pengiriman menyesuaikan ketersediaan material dan antrean pelanggan.

“Hampir setiap hari ada pesanan, jadi biasanya harus pesan lebih dulu,” kata pekerja.

Selain menjadi lokasi pengolahan, area ini juga memperlihatkan bekas aktivitas pengambilan material. Di beberapa bagian lahan terlihat cekungan yang cukup luas. Sebagian cekungan tersebut telah terisi air dan kini dimanfaatkan oleh warga sekitar sebagai lokasi memancing.

Seorang pekerja menyebut area tersebut dulunya merupakan lahan pertanian sebelum kemudian dimanfaatkan untuk kegiatan yang berkaitan dengan usaha material bangunan.

Dari pengamatan lapangan, aktivitas pengambilan urukan pasir dan pencucian material berlangsung dalam satu kawasan yang sama. Material yang dihasilkan kemudian didistribusikan kepada konsumen sesuai kebutuhan.

Jurnalis : Wildan Wahid Hasyim