
Tandaglobal.news | Kediri — Kegiatan Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjumsa) yang digelar MI PSM Bolorejo menjadi momentum penting dalam membangun karakter siswa, terutama dalam melatih kemandirian, mental, serta kemampuan hidup berdampingan.
Pembina Utama MI PSM Bolorejo, Badrus Solihin , menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda perkemahan biasa, melainkan juga dikolaborasikan dengan agenda tasyakuran pelepasan bagi siswa kelas 6.
“Sebenarnya untuk melatih kemandirian anak-anak sih,” ujar Badrus Solihin.
Ia menambahkan, konsep kegiatan kali ini menggabungkan unsur edukasi, pembentukan karakter, sekaligus rasa syukur atas perjalanan siswa kelas akhir.
“Karena kolaborasi ya, jadi kegiatan kemah dan juga tasyakuran. Untuk temanya adalah tentang tasyakuran kelas enam,” jelasnya.
Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh siswa MI PSM Bolorejo, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6, dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 100 siswa. Meski seluruh siswa terlibat, terdapat perbedaan teknis pelaksanaan untuk peserta dari kelas bawah dan kelas atas.
Siswa kelas 1 hingga kelas 3 mengikuti kegiatan tanpa menginap, sedangkan siswa kelas 4 hingga kelas 6 mengikuti kegiatan secara penuh dengan bermalam di lokasi perkemahan.
“Peserta kurang lebih seratus dua belasan, pokoknya seratus lebih,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, tantangan utama bukan datang dari dukungan eksternal, melainkan dari proses adaptasi siswa, terutama karena sebagian besar peserta baru pertama kali mengikuti kegiatan perkemahan.
Menurut Badrus, orang tua maupun guru memberikan dukungan penuh terhadap jalannya kegiatan.
“Kendala mungkin karena anak-anaknya baru pertama kali kemah, jadi lebih ke pengkondisian anak-anaknya sendiri. Kalau orang tua support, gurunya juga support sekali,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Perjumsa ini, pihak sekolah berharap para siswa mampu memperoleh pengalaman berharga yang dapat membentuk karakter positif sejak dini.
Selain belajar hidup bersama dengan teman-temannya, siswa juga diharapkan dapat menjadi pribadi yang lebih mandiri, berani, percaya diri, serta memiliki mental yang kuat.
“Saya berharap dari kegiatan ini adik-adik tahu bagaimana hidup berdampingan, kemudian harus bisa mandiri, melatih mental, supaya terbiasa tidak malu, berani, dan juga melatih kesabaran agar tidak mudah mengeluh,” pungkasnya.
Kegiatan Perjumsa MI PSM Bolorejo ini menjadi bukti bahwa pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang mampu membentuk karakter siswa secara menyeluruh.
Jurnalis : Eka Putri