
Tandaglobal.news | Jakarta – Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) menyambut positif dukungan Presiden Prabowo Subianto dan Menpora Erick Thohir terkait kebijakan anggaran multiyears untuk program pemusatan latihan nasional (Pelatnas). Skema ini dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat pembinaan atlet secara berkelanjutan demi mendorong prestasi Indonesia di level internasional.
Ketua Umum PSOI, Pandu Sjahrir , mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap pengembangan olahraga prestasi melalui dukungan anggaran jangka panjang tersebut. Menurutnya, kepastian pembiayaan menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem pembinaan atlet yang berkesinambungan.
“Tentu PSOI sangat mengapresiasi langkah Presiden. Ini sangat baik dan penting bagi atlet, karena pembinaan dapat dilakukan secara berkesinambungan hingga mereka meraih prestasi. Ini merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi atlet, sekaligus untuk mencetak generasi atlet masa depan. Saya bangga dan tentunya berterima kasih atas dukungan ini,” ujar Pandu saat berbincang, Sabtu (20/6).
Pandu yang juga menjabat sebagai Chief Investment Officer (CIO) Danantara menilai, keberhasilan pembinaan atlet tidak hanya bergantung pada ketersediaan anggaran, tetapi juga memerlukan dukungan fasilitas latihan yang memadai serta instruktur berkualitas.
“Ini adalah langkah yang amat baik dan tentunya harus didukung dengan instruktur serta fasilitas yang bagus agar atlet dapat berkembang secara optimal,” katanya.
Menurut Pandu, pembinaan jangka panjang menjadi elemen penting bagi cabang olahraga selancar ombak yang membutuhkan proses bertahap dalam mencetak atlet kompetitif. Proses tersebut mencakup peningkatan teknik, pengalaman bertanding, hingga kesiapan mental untuk menghadapi kompetisi internasional.
PSOI sendiri telah menunjukkan progres positif dengan keberhasilannya mengirimkan atlet ke ajang Olimpiade dalam dua edisi berturut-turut, yakni Olimpiade Tokyo 2020 dan Olimpiade Paris 2024. Capaian ini menjadi indikator bahwa pembinaan yang konsisten mampu membuka peluang Indonesia bersaing di level dunia.
“Sebagai federasi, PSOI berhasil mengirimkan atlet ke dua Olimpiade berturut-turut, di Jepang dan Paris. Kami yakin dengan pembinaan jangka panjang, atlet selancar Indonesia akan terus meningkatkan performanya dan mampu bersaing di level dunia,” jelas Pandu.
Ke depan, PSOI akan memfokuskan persiapan atlet untuk menghadapi agenda besar seperti Asian Games 2026 dan Olimpiade Los Angeles 2028. Kedua ajang tersebut menjadi target utama dalam upaya meningkatkan prestasi surfing Indonesia di panggung internasional.
“Dalam waktu dekat, fokus kami adalah Asian Games dan kemudian Olimpiade 2028. Target kami tentu menjadi yang terbaik, meraih medali. Untuk mencapai tujuan tersebut, para atlet harus mendapatkan kesempatan mengikuti berbagai kejuaraan sebagai bagian dari proses pembinaan dan peningkatan prestasi,” terangnya.
Skema anggaran multiyears dinilai memberi dampak signifikan bagi federasi olahraga karena memungkinkan perencanaan program dilakukan secara lebih matang dan terukur. Dengan kepastian anggaran, federasi dapat menyusun program latihan jangka panjang tanpa terkendala ketidakpastian pendanaan tahunan.
Bagi PSOI, kebijakan ini tidak hanya memberi ruang untuk memperkuat program pembinaan atlet elite, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun regenerasi atlet yang berkelanjutan. Dengan sistem pembinaan yang stabil, harapan untuk melahirkan atlet-atlet selancar Indonesia yang mampu bersaing di tingkat dunia semakin terbuka lebar.
Jurnalis : Intan Nuraini