JAKARTA, Tandaglobal.news — Kepemimpinan baru Serbia berencana membuka perundingan dengan Rusia untuk membahas kesepakatan pasokan gas alam jangka panjang. Rencana tersebut disampaikan Radomir Saičić, salah satu kandidat kelompok Student List yang memenangkan pemilihan parlemen di negara tersebut.

Mengutip SINDOnews, Jumat (30/10/2026), kelompok Student List berhasil mengalahkan koalisi yang dipimpin tokoh politik lama Serbia, Aleksandar Vučić, dalam pemilihan parlemen yang berlangsung bulan ini.

Kemenangan tersebut membuka peluang perubahan arah kebijakan pemerintahan Serbia, termasuk dalam hubungan energi dengan Rusia. Sebelumnya, kelompok yang didukung gerakan mahasiswa itu menyatakan tidak akan bergabung dengan sanksi negara-negara Barat terhadap Moskow.

Saičić mengatakan, pemerintah baru akan memprioritaskan kepastian pasokan energi dalam 30 hari pertama setelah terbentuk. Prioritas tersebut mencakup pengamanan ketersediaan minyak, gas, serta operasional perusahaan listrik negara Serbia.

Untuk merealisasikan rencana itu, Student List berencana mengirimkan delegasi ke Washington dan Moskow. Pembicaraan dengan pemerintah Amerika Serikat akan berkaitan dengan kebijakan sanksi terhadap perusahaan minyak Naftna Industrija Srbije (NIS), sedangkan pertemuan di Moskow akan difokuskan pada kesepakatan pasokan gas.

Delegasi Serbia diharapkan memperoleh kesepakatan jangka panjang agar kebutuhan energi negara tersebut tetap terjamin. Pasokan gas menjadi salah satu perhatian utama mengingat pentingnya hubungan energi antara Serbia dan Rusia.

Di sisi lain, kelompok Student List kembali menegaskan penolakannya terhadap penerapan sanksi kepada Rusia terkait konflik Ukraina. Kelompok tersebut menilai persoalan antarnegara sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi dan perundingan.

Sikap tersebut juga disampaikan melalui pernyataan bahwa masalah internasional perlu diselesaikan dengan dialog, negosiasi, dan kesepakatan, bukan melalui pemberian sanksi.

Perwakilan lain Student List, Jovo Bakić, turut menyampaikan pandangannya mengenai hubungan Serbia dan Rusia. Ia menilai Rusia memiliki posisi penting bagi Serbia, baik dari sisi sejarah maupun hubungan kemitraan kedua negara.

Sebelumnya, kelompok Student List muncul dari gerakan protes mahasiswa yang dipicu runtuhnya kanopi stasiun kereta api di Novi Sad pada November 2024. Peristiwa tersebut menewaskan 16 orang dan memunculkan tuntutan masyarakat terkait pemberantasan korupsi serta pertanggungjawaban pemerintah.

Rencana perundingan dengan Rusia kini menjadi salah satu agenda penting kepemimpinan baru Serbia, terutama dalam menjaga stabilitas pasokan energi dan menentukan arah hubungan luar negeri negara tersebut.