KEDIRI, TandaGlobalNews –Cuaca buruk berupa angin kencang membuat penerbangan Super Air Jet rute Jakarta – Kediri gagal mendarat di Bandara Internasional Dhoho Kediri, Jumat (30/10/2026). Penerbangan ini tampak pada nomor IU 356 rute Jakarta (CGK) – Kediri (DHX).

Pesawat tersebut, diketahui sempat beberapa kali melakukan go around saat hendak mendarat. Demi keselamatan, pilot memutuskan mengalihkan penerbangan ke Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar (DPS).

Pesawat yang terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, itu sempat melakukan prosedur go around atau membatalkan pendaratan ketika berada pada tahap pendekatan akhir (final approach).

Setelah beberapa kali mencoba mendarat, pilot akhirnya memutuskan mengalihkan penerbangan (divert) ke Denpasar, Bali, sebagai langkah untuk menjaga keselamatan penumpang dan awak pesawat.

Namun, gangguan belum berakhir. Setelah sempat berada di Bali, pesawat kembali mencoba terbang menuju Kediri. Setibanya di ruang udara Kediri, kondisi angin kencang masih menjadi kendala sehingga pesawat kembali gagal mendarat dan harus dialihkan untuk kedua kalinya ke Denpasar.

Selain itu, gagalnya penerbangan IU 356 mendarat di Kediri berdampak pada jadwal penerbangan berikutnya. Super Air Jet IU 357 dengan rute Kediri–Jakarta yang dijadwalkan berangkat pukul 12.35 WIB akhirnya dibatalkan.

General Manager Bandara Internasional Dhoho Kediri Teguh Pratomo menjelaskan, setelah sempat kembali menuju Kediri, kondisi cuaca masih belum memungkinkan untuk pendaratan. Oleh karena itu, maskapai kembali mengalihkan penerbangan ke Denpasar.

“Dampaknya, penerbangan balik IU 357 rute Kediri (DHX) – Jakarta (CGK) pukul 12.35 WIB dinyatakan dibatalkan oleh maskapai,” katanya.

Pihak Bandara Dhoho memahami ketidaknyamanan yang dialami penumpang. Untuk penumpang terdampak, maskapai menyediakan opsi pengembalian dana penuh atau penjadwalan ulang penerbangan tanpa biaya tambahan.

Penumpang diimbau untuk terus memantau status penerbangan melalui kanal resmi maskapai.

Bandara Dhoho memastikan terus melakukan pemantauan cuaca dan berkoordinasi dengan BMKG, AirNav Indonesia, dan maskapai, serta memastikan fasilitas dan layanan kebandarudaraan tetap siaga.

Koordinasi tersebut dilakukan guna mendukung keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan, sekaligus memastikan fasilitas serta personel bandara tetap siap melayani pengguna jasa.

Editor: Rizky Rusdiyanto