JAKARTA, Tandaglobal.news — Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia turun menjadi 4,65 persen pada Mei 2026, menjadi angka terendah sejak 1994. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan penurunan 0,03 poin persentase dibandingkan Februari 2026.

Berdasarkan data BPS, jumlah angkatan kerja Indonesia pada Mei 2026 mencapai 155,41 juta orang. Angka tersebut meningkat sekitar 497 ribu orang dibandingkan Februari 2026.

Dari total angkatan kerja tersebut, sebanyak 148,19 juta orang tercatat bekerja. Jumlah penduduk bekerja bertambah sekitar 522 ribu orang dibandingkan Februari 2026.

Sementara itu, jumlah pengangguran mencapai 7,22 juta orang atau turun sekitar 24 ribu orang dalam periode yang sama.

Capaian tingkat pengangguran sebesar 4,65 persen mendekati angka 4,36 persen yang tercatat pada 1994. Kondisi ini menjadi perhatian karena jumlah angkatan kerja Indonesia saat ini hampir dua kali lipat dibandingkan era 1990-an, ketika angkatan kerja tercatat sekitar 83,32 juta orang.

Meski tingkat pengangguran menurun, tantangan ketenagakerjaan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan lapangan kerja. Kualitas pekerjaan, pertumbuhan upah, kepastian kerja, serta akses terhadap pekerjaan yang stabil juga menjadi persoalan penting.

Peningkatan keterampilan tenaga kerja diperlukan agar masyarakat dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang. Upaya tersebut juga penting untuk mendorong produktivitas dan meningkatkan kesejahteraan pekerja.

Dengan jumlah angkatan kerja yang terus bertambah, penciptaan lapangan kerja berkualitas tetap menjadi tantangan bagi Indonesia. Penurunan angka pengangguran perlu diiringi peningkatan kualitas pekerjaan agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.