KEDIRI, Tandaglobal.news — Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri melakukan penataan ulang Museum Sri Aji Jayabaya pascaperesmian. Pembenahan meliputi penempatan arca di dalam vitrin atau kotak kaca untuk menjaga keamanan artefak, perbaikan alur kunjungan, serta penataan interior guna meningkatkan kenyamanan pengunjung.

Kepala Disparbud Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, mengatakan penataan koleksi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan tingkat kerentanan setiap artefak.

Sejumlah arca dan benda bersejarah ditempatkan di dalam vitrin untuk melindungi koleksi dari risiko kerusakan.

Meski demikian, beberapa artefak tetap dipamerkan secara terbuka agar pengunjung dapat merasakan pengalaman berinteraksi langsung dengan benda-benda peninggalan sejarah.

“Memang ada beberapa artefak yang kita biarkan terbuka. Jadi, itu pun kalaupun ada interaksi, biar orang juga merasakan interaksi secara langsung dengan barang-barang purbakala tersebut,” kata Mustika, Senin (12/10/2026).

Menurutnya, penempatan koleksi di dalam vitrin maupun secara terbuka disesuaikan dengan karakteristik benda dan aspek keamanannya.

Dengan pengaturan tersebut, museum diharapkan tetap memberikan pengalaman edukasi sejarah tanpa mengabaikan perlindungan artefak.

Selain mengamankan koleksi, Disparbud Kabupaten Kediri juga membenahi alur pergerakan pengunjung di dalam museum.

Penataan ini turut menjadi perhatian Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, yang sebelumnya menyoroti pola kunjungan museum yang dinilai terlalu melingkar dan berpotensi menimbulkan kepadatan saat jumlah pengunjung meningkat.

Mustika menjelaskan, perhatian tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menyesuaikan tata letak dan alur kunjungan.

Disparbud berupaya menciptakan pergerakan pengunjung yang lebih teratur agar masyarakat dapat menikmati koleksi museum dengan nyaman tanpa berdesakan ketika kondisi ramai.

Penataan juga menyasar posisi sejumlah koleksi yang menjadi daya tarik utama museum. Salah satunya adalah arca kepala Buddha Bodhisattva yang kini ditempatkan di bagian tengah ruangan agar lebih mudah terlihat oleh pengunjung.

“Seperti arca kepala Buddha Bodhisattva, itu kemarin vitrinnya tidak seperti sekarang, sudah kita ubah menyesuaikan tema yang lain. Terus kita tempatkan di tengah-tengah karena itu memang ikon daya tariknya di situ. Nanti orang melihat, oh, sudah ada Bodhisattvanya,” ungkap Mustika.

Pembenahan turut dilakukan pada tampilan interior ruangan.

Disparbud menghadirkan nuansa kayu pada bagian lantai menggunakan palet kayu untuk memperkuat tampilan ruang pamer sekaligus menciptakan suasana yang lebih tertata.

“Selain itu kita juga ada penataan dekorasi seperti lantainya juga sudah, sudah kita beri palet-palet kayu, nuansa kayu itu,” tambahnya.

Penataan ulang pascaperesmian ini menjadi bagian dari upaya Disparbud Kabupaten Kediri untuk menyempurnakan penyajian koleksi Museum Sri Aji Jayabaya.

Melalui pengaturan keamanan artefak, perbaikan alur kunjungan, dan pembenahan interior, museum diharapkan semakin nyaman sebagai ruang edukasi sejarah dan kebudayaan bagi masyarakat.

Dengan penataan tersebut, pengunjung diharapkan tidak hanya dapat melihat koleksi peninggalan sejarah, tetapi juga memperoleh pengalaman kunjungan yang lebih terarah dan informatif.